Polisi Dikeroyok Saat Lerai Perkelahian di Sorong, 2 Terduga Pelaku Dibekuk

Senin, 21 September 2026 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Polisi dikeroyok. Dok: Istimewa

Ilustrasi, Polisi dikeroyok. Dok: Istimewa

SORONG, POSNEWS.CO.ID – Niat seorang anggota Polri membantu menghentikan perkelahian di Jalan F Kalasuat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, justru berujung petaka.

Anggota Polri berinisial RDSD itu menjadi korban pengeroyokan ketika berusaha melerai sekelompok orang yang terlibat perkelahian pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIT.

Korban mengalami sejumlah luka pada bagian kepala, mulut, tangan, siku, serta beberapa bagian tubuh lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus tersebut kemudian mendapat respons cepat dari aparat. Sekitar lima jam setelah kejadian, polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.

Keduanya berinisial RJE dan JMB. Tim gabungan Resmob Mangewang Polresta Sorong Kota, Opsnal Paniki Polsek Sorong Timur, dan Opsnal Macan Polsek Sorong Kota menangkap keduanya sekitar pukul 12.30 WIT di Jalan F Kalasuat, Kelurahan Malaimsimsa, Distrik Sorong Utara.

Berangkat Kuliah, Malah Jadi Korban Pengeroyokan

Kasi Humas Polresta Sorong Kota Ipda Didin mengatakan, peristiwa bermula ketika RDSD melintas di Jalan F Kalasuat untuk pergi berkuliah.

Di tengah perjalanan, korban melihat sekelompok orang sedang terlibat perkelahian.

Korban kemudian mencoba menghentikan keributan tersebut. Namun, upaya itu justru membuat dirinya menjadi sasaran pengeroyokan.

Baca Juga :  Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

“Korban kemudian melihat sekelompok orang terlibat perkelahian. Berniat melerai perkelahian, korban justru menjadi sasaran pengeroyokan,” kata Didin, Minggu (20/9/2026).

Peristiwa tersebut menyisakan keprihatinan. Niat untuk menghentikan kekerasan justru membuat korban harus menanggung luka.

Polisi juga menyebut para terduga pelaku diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian. Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Polisi Bergerak Setelah Korban Melapor

Usai kejadian, korban mendatangi Polresta Sorong Kota untuk melaporkan pengeroyokan yang dialaminya.

Aparat kemudian bergerak mengumpulkan informasi dan mencari keberadaan orang-orang yang diduga terlibat.

Sekitar pukul 11.00 WIT, personel gabungan memperoleh informasi bahwa sejumlah terduga pelaku masih berada di sekitar Jalan F Kalasuat.

Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U Tan kemudian memberikan arahan kepada personel untuk melakukan penangkapan.

Sekitar pukul 12.30 WIT, tim gabungan mengepung lokasi. Polisi selanjutnya mengamankan RJE dan JMB tanpa perlawanan.

Keduanya dibawa ke Mapolresta Sorong Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dua Orang Masih Diburu

Dalam pemeriksaan awal, polisi menyebut RJE dan JMB mengakui keterlibatan dalam pengeroyokan. Penyidik menduga tindakan tersebut dipicu rasa kesal dan marah karena korban berusaha menghentikan perkelahian.

Namun, polisi masih harus mendalami keterangan para pihak serta bukti yang dikumpulkan untuk memastikan peran masing-masing.

Baca Juga :  Jaringan Pemasok Senjata ke KKB Yalimo–Yahukimo Dibongkar Polisi, 8 Orang Ditangkap

Sementara itu, aparat masih memburu dua orang lainnya yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut, yakni AA dan BJ.

Hingga perkembangan terakhir, keduanya belum diamankan. Polisi masih melakukan pencarian dan mengembangkan informasi untuk mengetahui keberadaan mereka.

“Setelah menerima laporan, personel langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku. Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung dan kami juga masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya yang diduga terlibat,” ujar Didin.

Kekerasan Bukan Jalan Menyelesaikan Masalah

Kasus di Jalan F Kalasuat menjadi pengingat bahwa konflik di ruang publik dapat berubah menjadi kekerasan dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengambil tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi perselisihan. Warga dapat menjauh dari lokasi apabila situasi membahayakan dan segera melapor kepada aparat.

Terlebih, penggunaan minuman keras dalam situasi konflik dapat meningkatkan risiko terjadinya tindakan kekerasan.

Karena itu, pengendalian diri dan penyelesaian masalah melalui jalur hukum menjadi langkah penting untuk mencegah korban berikutnya.

Dalam perkara ini, RJE, JMB, AA, dan BJ masih berstatus terduga terkait kasus tersebut. Proses penyidikan masih berjalan dan penentuan kesalahan pidana tetap bergantung pada pembuktian dalam proses hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Bandang Pasaman Rendam 55 Rumah, Satu Warga Terseret Arus
Penembakan di Lapak Sabung Ayam Mesuji, Adi Mengaku Balas Tembakan
Pencarian KM Virgo Hari Ke – 8, Polda Kalsel Siapkan Kontainer Jenazah
Wadanyon OPM Ditangkap di Bandara Yahukimo Saat Hendak Transaksi Senjata
Guru SMK Pangkalpinang Diduga Curi HP dan Laptop Siswa, Polisi Ungkap Motifnya
Penelusuran Online Berujung Operasi Malam, 13 WNA Diamankan di Bali
Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:14 WIB

Banjir Bandang Pasaman Rendam 55 Rumah, Satu Warga Terseret Arus

Senin, 21 September 2026 - 06:49 WIB

Polisi Dikeroyok Saat Lerai Perkelahian di Sorong, 2 Terduga Pelaku Dibekuk

Minggu, 20 September 2026 - 16:16 WIB

Penembakan di Lapak Sabung Ayam Mesuji, Adi Mengaku Balas Tembakan

Minggu, 20 September 2026 - 16:01 WIB

Pencarian KM Virgo Hari Ke – 8, Polda Kalsel Siapkan Kontainer Jenazah

Minggu, 20 September 2026 - 07:25 WIB

Wadanyon OPM Ditangkap di Bandara Yahukimo Saat Hendak Transaksi Senjata

Berita Terbaru

Ilustrasi, BMKG memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin 21 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Senin, 21 Sep 2026 - 06:08 WIB

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB