Pria Terjatuh ke Rel dan Tertabrak Kereta di Stasiun Karet, Korban Kritis Dibawa ke RS

Minggu, 2 November 2025 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kecelakaan di Rel Kereta Api. (Pixabay)

Ilustrasi, Kecelakaan di Rel Kereta Api. (Pixabay)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Seorang pria jatuh dari peron dan tertabrak kereta Commuter Line hingga mengalami luka parah. Suasana sore di Stasiun Karet, Tanah Abang yang tadinya tenang mendadak berubah mencekam.

Dari identifikasi korban bernama NAM (25), warga Bandung, Jawa Barat. Ia terjatuh dari Peron 1 Stasiun Karet saat kondisi stasiun tengah padat penumpang.

Menurut petugas PKD Stasiun Karet yang berjaga, Suhadi, ia melihat korban tiba-tiba berada di rel. “Saya tidak sempat melihat jelas karena jarak cukup jauh dan kondisi ramai. Tiba-tiba sudah di rel,” ucapnya.

Tak lama berselang, kereta KA 5174 (CL Cikarang–Kampung Bandan) melintas dan menabrak korban. Sontak, penumpang panik dan jeritan terdengar di lokasi kejadian, pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 17.33 WIB.

Baca Juga :  Waspada Modus Leasing, Motor Warga Tanah Abang Raib di Samping Hotel Mewah

Menindaklanjuti insiden itu, saksi pertama langsung menghubungi petugas lain dan tenaga medis. Korban segera ditangani tim medis KRL dari Sudirman bersama petugas Poskes BNI, kemudian dievakuasi ke RS Murni Teguh Sudirman.

Korban menderita luka berat: Cedera kepala, tangan kanan putus, dan kaki kanan putus

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam kondisi kritis. Istrinya, SH, ikut mendampingi proses evakuasi di lokasi.

Polisi Selidiki Penyebab

Polsek Metro Tanah Abang menangani kasus ini dan tengah menggali keterangan saksi untuk memastikan kronologi pasti, apakah korban terpeleset atau terjatuh karena dorongan situasi ramai.

Baca Juga :  PPATK Bakal Blokir Rekening Nganggur 3 Bulan yang Terindikasi Judi Online

“Area sudah diamankan, kami selidiki penyebab korban jatuh ke rel,” kata petugas Polsek Tanah Abang.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi pengguna KRL untuk menjaga jarak aman dari bibir peron, terutama saat jam padat. Kesadaran keselamatan dan kewaspadaan wajib jadi prioritas demi menghindari tragedi serupa.

Stasiun Karet kembali beroperasi normal setelah evakuasi selesai, namun suasana masih diselimuti kesedihan dan kepanikan warga.

Netizen, hati-hati di peron. Satu langkah salah, nyawa taruhannya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB