5 Kg Etomidate Diselundupkan di Sepatu, Bareskrim Bongkar Lab Rahasia di Jakut

Selasa, 29 September 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan 5 kg etomidate dan laboratorium rahasia di Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan 5 kg etomidate dan laboratorium rahasia di Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Lima warga negara Malaysia nekat membawa 5 kilogram serbuk etomidate masuk ke Indonesia.

Mereka menyembunyikan barang tersebut di dalam insole sepatu untuk mengelabui petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Aksi itu akhirnya terbongkar. Petugas Bea Cukai mencurigai gerak-gerik kelimanya setelah mereka tiba dari Kuala Lumpur pada Jumat (25/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelima WN Malaysia tersebut yakni Mohamad Zulhusni (49), Nur Aisyah (25), Emmanuel (24), Prince Alvin Robin (22), dan Muhammad Adam (21).

Polisi menyebut kelimanya berperan sebagai kurir. Sementara Satria Surya Sumantri (36), WNI, berperan sebagai sopir penjemput.

“5 WN Malaysia berperan sebagai kurir dan SSS sebagai sopir penjemput,” kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Irjen Eko Hadi Santoso.

5 Kg Etomidate Disembunyikan di Sepatu

Petugas Bea Cukai memeriksa kelima penumpang di Terminal 2F Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Hasil pemeriksaan membuat petugas terkejut. Masing-masing membawa dua bungkus serbuk putih di bagian insole sepatu.

Totalnya mencapai 10 bungkus dengan berat bruto 5 kilogram.

Polisi kemudian menguji barang bukti tersebut di laboratorium. Hasil pemeriksaan menyatakan serbuk itu positif mengandung etomidate.

Dari pemeriksaan, polisi juga mendapatkan informasi bahwa kelima WN Malaysia diduga dikendalikan seseorang yang menggunakan nama panggilan “Madam”.

Baca Juga :  Gempa NTT Terkini: 68 Warga Meninggal, 213 Orang Luka

Komunikasi berlangsung melalui aplikasi Telegram. Setibanya di Jakarta, mereka diarahkan menuju Yello Hotel Harmoni.

Di hotel tersebut, kelima kurir mengumpulkan sepatu berisi serbuk ke dalam sebuah koper merah.

Koper itu kemudian diserahkan kepada WN China bernama Wu Song (25).

Polisi Bongkar Lab Rahasia di Apartemen

Tim Bareskrim kemudian menangkap Wu Song di lobi hotel. Dari tangannya, polisi menemukan kunci unit Apartemen Mediterania Marina Residence di Jakarta Utara.

Penyidik langsung bergerak ke apartemen tersebut. Di sana, polisi menemukan unit yang diduga digunakan sebagai laboratorium rahasia (clandestine lab) etomidate.

Polisi menyita berbagai bahan dan peralatan yang diduga berkaitan dengan produksi atau perakitan pods vape etomidate.

Barang bukti itu antara lain 85 ribu mililiter bahan baku cair, 21 ribu pods vape kosong, 15 ribu silicon caps, 800 pipet plastik, serta ribuan kemasan pods berbagai rasa.

Potensi 42.500 Pods

Besarnya barang bukti membuat polisi memperkirakan jaringan tersebut memiliki potensi produksi yang sangat besar.

Dari 85 ribu mililiter bahan baku cair, penyidik memperkirakan dapat menghasilkan sekitar 42.500 pods, dengan asumsi setiap pods berisi 2 mililiter.

Polisi memperkirakan nilai ekonominya mencapai Rp127,5 miliar, menggunakan asumsi harga Rp3 juta per pods.

Eko mengatakan pengungkapan tersebut diperkirakan mencegah peredaran sekitar 42.500 pods. Polisi menghitung langkah itu berpotensi menyelamatkan sekitar 21.250 jiwa.

Baca Juga :  Kasus Asabri: Febrie Adriansyah Diperiksa 10 Jam, Ini Hasilnya

Jejak Jaringan Internasional Diburu

Kasus ini tidak berhenti pada tujuh orang yang telah diamankan.

Penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak yang mengatur pengiriman dari Malaysia hingga penerimaan barang di Jakarta.

Dua dari lima WN Malaysia, yakni Mohamad Zulhusni dan Nur Aisyah, disebut telah dua kali mengirim etomidate. Sementara tiga lainnya diduga baru pertama kali menjalankan perintah “Madam”.

Polisi juga mendalami keberadaan seorang pria bernama Qing yang disebut menawarkan Wu Song tempat tinggal di apartemen tersebut.

Menurut keterangan sementara Wu, barang-barang yang ditemukan sudah berada di apartemen ketika dia tiba di Indonesia pada 19 September 2026. Ia mengaku mendapat tugas mencatat stok barang melalui grup komunikasi.

Polisi Masih Kembangkan Kasus

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih mengembangkan jaringan tersebut, termasuk pihak yang diduga mengarahkan pengiriman dan menerima narkotika.

Penyidik menerapkan sejumlah ketentuan dalam UU Narkotika dan KUHP terhadap para pelaku.

Kasus ini sekaligus menunjukkan pola baru penyelundupan narkotika. Barang haram tidak hanya dibawa melalui koper atau bagasi, tetapi disembunyikan di bagian sepatu sebelum masuk ke Indonesia.

Karena itu, pengungkapan di Bandara Soekarno-Hatta menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar dugaan jaringan yang lebih besar hingga ke tempat produksi rahasia di Jakarta Utara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Pelajar di Cikunir Bekasi Berujung Luka Bacok, Polisi Amankan 6 Anak
Tabung Etilen dan Dinamo Diperiksa Usai Ledakan Maut Pasar Cimanggis
Tiga Orang Diserang di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Peluru
Serangan Mendadak di Dekat Kampung Ambon, 3 Orang Terluka Dibacok dan Ditembak
Pakai Jaket Ojol Bawa Senpi, Duo Curanmor Diduga Beraksi 14 Kali di Jakbar
Pasar Cimanggis Diguncang Ledakan, Korban Berjatuhan dan Ruko Porak-poranda
Pelajar 15 Tahun Tewas Usai Tawuran di Ciracas, Polisi Amankan 5 Orang
Polisi Bongkar Dugaan Curanmor di Cikarang, 2 Senjata Api Rakitan Ikut Disita

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Tawuran Pelajar di Cikunir Bekasi Berujung Luka Bacok, Polisi Amankan 6 Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Tabung Etilen dan Dinamo Diperiksa Usai Ledakan Maut Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Tiga Orang Diserang di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Peluru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Serangan Mendadak di Dekat Kampung Ambon, 3 Orang Terluka Dibacok dan Ditembak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Pakai Jaket Ojol Bawa Senpi, Duo Curanmor Diduga Beraksi 14 Kali di Jakbar

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB