Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Terburuk di Dunia, Warga Diminta Waspada

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. (Posnews/Kominfo)

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kualitas udara Jakarta terus menerus kembali memburuk.

Berdasarkan data pemantau kualitas udara IQAir pada Rabu (17/6/2026) pukul 05.00 WIB, Jakarta menempati peringkat kedua kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

IQAir mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta mencapai 175.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 menyentuh 88,5 mikrogram per meter kubik atau jauh di atas ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat. Karena itu, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di area terbuka.

Adapun posisi pertama ditempati Lahore, Pakistan, dengan AQI mencapai 382. Selanjutnya, Kinshasa di Republik Demokratik Kongo berada di peringkat ketiga dengan AQI 163, sedangkan Santiago, Chili, menempati posisi keempat dengan AQI 153.

Baca Juga :  Update Gedung di Cempaka Baru Terbakar: 17 Diduga Tewas, Evakuasi Terus Berlanjut

Jakarta Percepat Langkah Kurangi Polusi Udara

Di tengah memburuknya kualitas udara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menjalankan sejumlah langkah untuk menekan emisi dan memperbaiki kualitas udara ibu kota.

Salah satu strategi utama yang dijalankan yakni memperluas layanan Transjabodetabek guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Pemprov DKI telah mengoperasikan rute Blok M-Alam Sutera dan Blok M-PIK 2, serta menyiapkan rute baru Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat beralih ke transportasi umum yang telah disediakan pemerintah.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah menerapkan layanan transportasi gratis bagi 15 kelompok masyarakat.

Saat ini, tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai 92 persen. Capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Transportasi Jadi Penyumbang Emisi Terbesar

Pramono mengungkapkan sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta dengan kontribusi mencapai 50 persen terhadap total emisi.

Baca Juga :  Transjakarta Kerahkan 2.026 Armada Sambut Malam Tahun Baru 2026, Jam Operasional Diperpanjang

Karena itu, Pemprov DKI menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030 untuk menekan emisi kendaraan berbahan bakar fosil.

“Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu,” kata Pramono saat menghadiri Townhall Meeting mengenai solusi polusi udara di Melting Pot, M Bloc, Kebayoran Baru.

Pemprov DKI Genjot Pengolahan Sampah Modern

Selain sektor transportasi, Pemprov DKI juga mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern atau Intermediate Treatment Facility (ITF).

Pemerintah saat ini mengembangkan proyek ITF di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Seluruh proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan tahun ini.

Pramono optimistis pembangunan fasilitas tersebut dapat menekan emisi yang berasal dari sektor persampahan sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara Jakarta.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan emisi yang ada di Jakarta,” tegasnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak
Cuaca Jabodetabek Rabu Cerah, Hujan Mengintai Bogor dan Bekasi
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen
Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun
Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara
Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 06:21 WIB

Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

Cuaca Jabodetabek Rabu Cerah, Hujan Mengintai Bogor dan Bekasi

Selasa, 22 September 2026 - 16:28 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 September 2026 - 05:52 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Senin, 21 September 2026 - 09:54 WIB

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen

Berita Terbaru

Kebakaran permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif Kebayoran Lama Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:21 WIB

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek Rabu 23 September 2026 dari BMKG.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Rabu Cerah, Hujan Mengintai Bogor dan Bekasi

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:05 WIB

Pengembang Uzbekunknown berhasil menjalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc 140V. Simak detail eksperimen dan performa Neural Rendering. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Berhasil Jalankan NVIDIA DLSS 5 di iGPU Intel Arc

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:00 WIB

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB