19 Jembatan Merah Putih Presisi di Klaten, Tingkatkan Akses Sekolah dan Ekonomi

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan jembatan Merah Putih Presisi di Desa Cucukan, Klaten. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan jembatan Merah Putih Presisi di Desa Cucukan, Klaten. (Posnews/Ist)

KLATEN, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan 19 jembatan Merah Putih Presisi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026).

Langkah ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempermudah akses anak-anak sekolah dan warga lokal.

“Alhamdulillah, saya apresiasi Kapolda Jateng dan jajaran yang cepat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden terkait anak-anak yang harus menyeberang atau memutar jauh untuk sekolah,” ujar Sigit.

Secara total, Polda Jateng membangun 63 jembatan: 19 diresmikan, 15 dalam pembangunan, empat persiapan, dan 25 dalam survei serta perencanaan.

“Hari ini 19 jembatan selesai dan sisanya sedang dalam proses perencanaan maupun pembangunan,” tambah Sigit.

Baca Juga :  Irjen Asep Edi Suheri Resmi Jadi Kapolda Metro Jaya! Ini Daftar Lengkap Mutasi 7 Kapolda Lain

Selain itu, Sigit menekankan, pembangunan melibatkan warga setempat sehingga hubungan Polri dengan masyarakat semakin erat. “Bahkan, proses pengerjaan langsung melibatkan masyarakat, sesuai tagline kami, Polri untuk masyarakat,” ucapnya.

Dampak Positif untuk Masyarakat

Hingga kini, Polri telah membangun 178 jembatan di seluruh Indonesia. Rinciannya, 58 unit selesai, 32 unit dalam pembangunan, enam jembatan Bailey dalam pengiriman, dan 82 unit dalam perencanaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari jumlah tersebut, pembangunan terbesar ada di wilayah Polda Jateng,” kata Sigit.

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Hadapi Aksi Anarkis di Sejumlah Wilayah

Dengan jembatan baru, anak sekolah, petani, dan warga bisa lebih cepat beraktivitas. Selain itu, jalur penghubung ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Harapannya, jembatan ini mempermudah sekolah, aktivitas petani, dan kegiatan masyarakat, serta mendukung ekonomi lokal,” ujar Sigit.

Sebanyak 34 jembatan dibangun di daerah terdampak bencana, 17 unit selesai, tiga dalam pembangunan, enam jembatan Bailey dalam pengiriman, dan delapan dalam perencanaan.

Pembangunan jembatan ini menjadi wujud komitmen Polri menjalankan perintah Presiden untuk meningkatkan pelayanan publik, memperkuat akses antar-wilayah, mendukung aktivitas ekonomi, dan memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB