TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bus TransJakarta melayani masyarakat. (Posnews/Ist)

Bus TransJakarta melayani masyarakat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan operasional TransJabodetabek rute Cawang–Cikarang (B51) pada Rabu (11/2/2026).

Pramono menyatakan layanan baru ini memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan di Jakarta Timur dan Cikarang.

“TransJabodetabek B51 resmi beroperasi hari ini. Bus ini menghubungkan Cikarang dan Jakarta Timur serta menekan kemacetan secara signifikan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, tarif TransJabodetabek Cawang–Cikarang Rp 3.500 (05.00–22.00 WIB) dan Rp 2.000 (05.00–07.00 WIB), sama dengan tarif rute Bogor.

Pada tahap awal, 14 armada bus menempuh lintasan 89 kilometer dengan 11 titik pemberhentian:

Baca Juga :  Pramono Anung Belajar Kepemimpinan Jakarta dari Ahok

Arah Cikarang–Cawang: Hollywood Junction, Kasuari, Kedasih, Boulevard Arcade, Jalan Industri Raya 2, Cafe Walk, Pool Taksi Cawang, Cawang Sentral 1 (penurunan)

Arah Cawang–Cikarang: Cawang Sentral 2 (penaikan), Jalan Industri Raya 1, Living Plaza Cikarang

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Pantas Nainggolan, menekankan pentingnya integrasi transportasi publik untuk mengatasi ketimpangan akses warga, terutama di pinggiran kota.

Pernyataan itu disampaikannya saat FGD Transportasi Umum, Selasa (10/2/2026).

“Transportasi berkelanjutan penting untuk keadilan sosial dan mendukung masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Pantas.

Baca Juga :  Penemuan 996 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Yayasan Berlakukan PJJ

Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan keputusan PDIP pada Rakernas I Januari 2026, yang menempatkan krisis ekologis, mitigasi bencana, dan keberlanjutan lingkungan sebagai agenda strategis.

Pantas menilai urbanisasi cepat dan konsentrasi ekonomi pusat kota membuat mobilitas tidak efisien, memicu ketergantungan kendaraan pribadi, dan membatasi integrasi transportasi publik

Akibatnya, warga pinggiran yang bergantung pada moda informal masih kesulitan mengakses transportasi.

Ia menegaskan pemerintah harus mengelola transportasi publik yang berkelanjutan, adil, transparan, bebas korupsi, dan aman serta terjangkau untuk seluruh warga. )red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jakarta, Warga Diminta Siaga 13-14 Oktober
Cuaca Jabodetabek 1 Oktober 2026, Hujan Potensi Mengguyur Sejumlah Wilayah
Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Ancol, Ini Langkah Baru Pengelola
Jabodetabek Diprediksi Hujan, Cek Wilayah yang Berpotensi Diguyur Lebat
20 Aksi Digelar di Jakarta Hari Ini, 17 Ribu Personel Gabungan Disiagakan
Jabodetabek 29 September, Bogor hingga Tangsel Waspada Hujan
Pramono Anung Evaluasi Ganjil-Genap dan CFD Jakarta, Tak Boleh Sekadar Seremonial
Forklift 15 Ton Tabrak Rumah Warga di Tangerang, Ganti Rugi Masih Alot

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Banjir Rob Mengintai Pesisir Jakarta, Warga Diminta Siaga 13-14 Oktober

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:20 WIB

Cuaca Jabodetabek 1 Oktober 2026, Hujan Potensi Mengguyur Sejumlah Wilayah

Rabu, 30 September 2026 - 08:36 WIB

Scream or Dance 2026 Tak Digelar di Ancol, Ini Langkah Baru Pengelola

Rabu, 30 September 2026 - 05:40 WIB

Jabodetabek Diprediksi Hujan, Cek Wilayah yang Berpotensi Diguyur Lebat

Selasa, 29 September 2026 - 07:08 WIB

20 Aksi Digelar di Jakarta Hari Ini, 17 Ribu Personel Gabungan Disiagakan

Berita Terbaru