Fatwa MUI Haram Buang Sampah ke Sungai, Menteri LH: Energi Besar Selamatkan Lingkungan

Senin, 16 Februari 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUI Kutuk Agresi Israel-Amerika, Dorong Pemerintah Keluar dari Board of Peace. (Posnews/Ist)

MUI Kutuk Agresi Israel-Amerika, Dorong Pemerintah Keluar dari Board of Peace. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyambut tegas fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan pembuangan sampah ke sungai, danau, dan laut.

Ia menilai langkah ini menjadi senjata moral ampuh untuk mengubah perilaku masyarakat di tengah krisis sampah nasional.

Hanif menyampaikan apresiasi tersebut saat mengikuti Aksi Bersih dan Penanaman Pohon di aliran Sungai Cikeas, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendekatan teknis dan regulasi harus diperkuat dengan kesadaran moral. Dukungan ulama menjadi energi besar untuk mendorong masyarakat lebih disiplin mengelola sampah,” tegas Hanif.

Indonesia Darurat Sampah

Selanjutnya, Hanif menegaskan Indonesia kini menghadapi tekanan serius akibat krisis sampah. Timbunan sampah dari daratan terus mengalir ke sungai hingga bermuara ke laut.

Baca Juga :  Perancis Batasi Jam Kunjung Wisata dan Polandia Siaga

Dampaknya, kualitas lingkungan menurun, kesehatan masyarakat terancam, bahkan memperparah perubahan iklim.

“Kita tidak bisa lagi menunda. Rantai sampah dari darat ke laut harus kita putus dari hulunya. Target kita mengubah kondisi darurat menjadi sistem pengelolaan yang menjadikan sampah sebagai sumber daya,” ujarnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, jutaan ton sampah di Indonesia masih berakhir di TPA terbuka dan badan air setiap tahun. Kondisi ini memperburuk pencemaran sungai dan pesisir.

MUI Tegaskan Tanggung Jawab Moral

Dalam kesempatan yang sama, MUI kembali menegaskan fatwa haram membuang sampah sembarangan sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga kelestarian alam.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi MUI, Hazuarli Halim, menyatakan fatwa tersebut lahir dari keprihatinan atas kerusakan lingkungan yang kian nyata.

Baca Juga :  Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

“Fatwa ini bentuk tanggung jawab keagamaan. Membuang sampah ke sungai dan laut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga bertentangan dengan prinsip menjaga kemaslahatan,” tegas Hazuarli.

Kolaborasi Jadi Kunci

Dengan dukungan MUI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pengelolaan sampah terpadu.

Pemerintah akan memperkuat pengurangan sampah dari sumber, meningkatkan literasi publik, serta menegakkan hukum secara konsisten.

Selain itu, kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dunia usaha, dan komunitas dinilai menjadi kunci memutus rantai pencemaran sungai dan laut Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah budaya buang sampah sembarangan menjadi gerakan nasional menjaga lingkungan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT KPK di Bolmut, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita
KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon
KPK Telusuri 4 Mobil yang Diduga Diberikan Pengusaha kepada Vinna Ledy
Karhutla Indonesia Belum Padam, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Sarmuji
Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari
Konflik Papua Memanas, Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lindungi Warga
Lowongan Kerja Google September 2026, Lulusan S1 Bisa Daftar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:40 WIB

OTT KPK di Bolmut, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Senin, 21 September 2026 - 18:13 WIB

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 September 2026 - 18:01 WIB

KPK Telusuri 4 Mobil yang Diduga Diberikan Pengusaha kepada Vinna Ledy

Senin, 21 September 2026 - 09:07 WIB

Karhutla Indonesia Belum Padam, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan

Senin, 21 September 2026 - 07:01 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Sarmuji

Berita Terbaru

KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang dalam kasus HGB Summarecon.

NASIONAL

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 Sep 2026 - 18:13 WIB