Misteri Mayat Wanita di Kontainer Medan, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Rabu, 11 Maret 2026 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

MEDAN, POSNEWS.CO.ID – Penemuan jasad wanita dalam boks kontainer di kawasan Jalan Menteng, Gang Seroja, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, menggegerkan warga.

Polisi langsung bergerak cepat menyelidiki kasus ini setelah menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Tim Satreskrim Polrestabes Medan yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan luka lebam diduga akibat penganiayaan.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa korban kemungkinan menjadi korban tindak kekerasan sebelum meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan penyidik masih mendalami penyebab pasti kematian korban dengan melibatkan tim medis forensik.

“Kami masih menindaklanjuti temuan luka lebam tersebut. Memang ada dugaan penganiayaan, tetapi kami tidak bisa berspekulasi. Saat ini kami berkoordinasi dengan dokter forensik untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata Bayu, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga :  Sindikat Uang Palsu Dollar AS dan Singapura Dibongkar Polda Metro, 2 Pelaku Diamankan

Jasad Dibungkus Karung dan Sprei

Penyelidikan sementara mengungkap cara pelaku menyembunyikan jasad korban terbilang cukup rapi dan terencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menemukan tubuh korban diikat menggunakan kain sprei hotel, kemudian dibungkus karung goni, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam boks kontainer yang diduga digunakan untuk menyamarkan keberadaan mayat.

“Ada bagian yang dibungkus menggunakan karung dan sebagian menggunakan kain. Setelah itu jasad dimasukkan ke dalam boks,” jelas Bayu.

Polisi Pastikan Bukan Kasus Mutilasi

Meski kondisi jasad sempat memicu spekulasi di masyarakat, polisi menegaskan bahwa korban tidak mengalami mutilasi.

Baca Juga :  Skandal Konser TWICE Jakarta, Direktur Mecimapro Jadi Tersangka Penggelapan Dana

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tubuh korban masih utuh, sehingga dugaan mutilasi dipastikan tidak benar.

Selain itu, kondisi jasad yang belum kaku mengindikasikan korban diduga belum lama meninggal dunia sebelum ditemukan warga.

“Tidak ada mutilasi. Tubuh korban masih utuh dan kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku di balik kasus ini,” tegasnya.

Saat ini, polisi terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi guna mengungkap identitas korban serta memburu pihak yang bertanggung jawab atas kematian misterius wanita dalam boks kontainer di Medan tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisme Defensif: Mengejar Kekuatan Secukupnya demi Stabilitas Global
Realisme Neoklasik: Membedah Faktor Domestik di Balik Respon Negara Terhadap Tekanan Global
Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional
Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata
Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:00 WIB

Realisme Defensif: Mengejar Kekuatan Secukupnya demi Stabilitas Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:28 WIB

Realisme Neoklasik: Membedah Faktor Domestik di Balik Respon Negara Terhadap Tekanan Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:55 WIB

Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:31 WIB

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Berita Terbaru

Keamanan lewat dominasi. Melalui kacamata Realisme Ofensif John Mearsheimer, kita memahami mengapa negara-negara besar tidak akan pernah merasa cukup dengan kekuatannya hingga mereka menjadi pemenang mutlak di kawasannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

Rabu, 11 Mar 2026 - 17:55 WIB