25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta di Hari Ketiga Operasi Ketupat 2026, Arus Mudik Lancar

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai bergerak masif. Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) mencatat sekitar 25 persen kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta hingga Minggu (15/3/2026) atau hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan kendaraan yang keluar dari Ibu Kota mayoritas bergerak menuju jalur Trans Jawa, Bandung, serta Sumatera melalui berbagai ruas tol utama.

Meski volume kendaraan mulai meningkat, kondisi lalu lintas hingga siang hari masih relatif lancar dan belum menunjukkan kepadatan signifikan.

“Sekitar 25 persen kendaraan sudah meninggalkan Jakarta melalui tol, baik menuju Trans Jawa, Bandung, maupun Sumatera,” ujar Agus saat memantau arus mudik di Posko Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Kabupaten Bekasi.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan di Jalur Penyeberangan

Di sisi lain, Korlantas juga memantau antrean kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang mulai meningkat.

Kepadatan tersebut terjadi karena adanya pembatasan waktu penyeberangan antara perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia guna menambah armada kapal di lintasan tersebut.

Baca Juga :  Polri Bongkar Sindikat STNK dan BPKB Palsu Lintas Provinsi, Waspada Beli Mobil Bekas

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Agus, sebagian masyarakat memilih menyeberang lebih awal guna menghindari pembatasan jadwal pelayaran.

Karena itu, pemerintah menyiapkan tambahan kapal untuk mempercepat pergerakan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk maupun sebaliknya.

Operasi Ketupat Libatkan 161 Ribu Personel

Lebih lanjut, Agus menegaskan pengamanan mudik tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan perjalanan masyarakat dari rumah hingga tiba di kampung halaman.

Polri berharap para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan kembali ke kota asal dengan selamat setelah merayakan Lebaran bersama keluarga.

Dalam Operasi Ketupat 2026, aparat mengerahkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi pemerintah.

Petugas juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu sebagai pusat layanan bagi pemudik.

Selain itu, aparat juga mengamankan 185.607 objek vital dan titik keramaian, mulai dari masjid, lokasi salat Id, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Eropa Bersatu di Belakang Zelenskyy: Downing Street Umumkan Kemajuan Positif Soal Aset Beku Rusia

Menhub Ingatkan Aktivitas Berbahaya di Jalur Mudik

Sementara itu, Dudy Purwagandhi selaku Menteri Perhubungan mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas berbahaya di sepanjang jalur mudik, termasuk kebiasaan meminta uang dari pengguna jalan.

Ia mencontohkan aktivitas warga yang mencari koin dari pengendara di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu.

Selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga berpotensi menghambat kelancaran arus kendaraan saat puncak mudik.

Berdasarkan pemantauan awal di wilayah Cirebon, volume kendaraan pada awal periode mudik sudah menunjukkan peningkatan.

Data dari Jasa Marga mencatat kenaikan arus lalu lintas sekitar 14 persen dibandingkan kondisi normal, meskipun situasinya masih relatif terkendali.

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret 2026.

Oleh karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) agar perjalanan mudik dapat tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan masyarakat yang pulang ke kampung halaman. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang
Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor
Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta
Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai
Bareskrim Bongkar Jaringan Sabu Makassar, 5 Kg Disita, Pasutri Jadi Kurir dan Pengedar
Sikat Sabu Setengah Ton, Tim Narkoba Polda Metro Jaya Diguyur Pin Emas Kapolri

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:38 WIB

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut

Rabu, 22 April 2026 - 16:27 WIB

Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan

Rabu, 22 April 2026 - 15:52 WIB

Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Rabu, 22 April 2026 - 15:34 WIB

Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor

Rabu, 22 April 2026 - 15:22 WIB

Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta

Berita Terbaru