MALUKU, POSNEWS.CO.ID – Aksi penikaman sadis mengguncang Maluku Tenggara.
Ketua DPD Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas bersimbah darah setelah ditikam Orang Tak Dikenal (OTK) di area bandara, Minggu (19/4/2026).
Peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 11.25 WIT di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil. Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta dan hendak meninggalkan area bandara.
Namun, situasi mendadak mencekam. Seorang pelaku tiba-tiba menyerang dan menghujamkan pisau ke tubuh korban. Serangan cepat dan mematikan itu membuat korban tak berdaya di lokasi.
“Tiba-tiba korban ditikam menggunakan sebilah pisau. Pelaku langsung melarikan diri setelah kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi.
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Tak Tertolong
Usai kejadian, keluarga dan warga berupaya menyelamatkan korban. Nus Kei langsung dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT.
Namun luka tusuk yang dialami korban terlalu parah. Tim medis akhirnya menyatakan korban meninggal dunia saat menjalani penanganan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden ini sontak menghebohkan masyarakat setempat, terlebih terjadi di ruang publik dengan tingkat keamanan tinggi seperti bandara.
Polisi Buru Pelaku, Motif Masih Misterius
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur usai penikaman.
Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian.
Polisi juga tengah mendalami motif di balik aksi sadis tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan atau konflik tertentu.
“Motif masih kami dalami. Tim sedang bekerja untuk mengungkap pelaku,” tegas Rositah.
Pengamanan Diperketat, Publik Diminta Tenang
Pasca kejadian, aparat langsung meningkatkan pengamanan di sekitar bandara dan wilayah strategis lainnya.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta segera melapor jika mengetahui informasi terkait pelaku.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat korban merupakan tokoh politik daerah. Polisi memastikan akan mengusut tuntas pelaku penikaman hingga tertangkap. (red)
Editor : Hadwan



















