Jalan Licin di Kramat Jati Disorot, Pramono Minta Pedagang Masuk Pasar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Kecelakaan maut di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta penataan pedagang yang berjualan di luar area pasar segera dilakukan setelah seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Bogor.

Pramono menilai aktivitas perdagangan yang menggunakan area dekat badan jalan berpotensi mengganggu arus kendaraan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, air dari aktivitas pedagang, terutama pedagang ikan, disebut dapat membuat permukaan jalan basah dan licin sehingga membahayakan pengguna jalan.

Karena itu, Pramono meminta Wali Kota Jakarta Timur dan Perumda Pasar Jaya bergerak bersama untuk mengembalikan pedagang ke dalam area pasar.

โ€œSudah diminta untuk pedagang yang berada di luar yang bisa mengganggu lalu lintas karena airnya membuat licin,โ€ ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pedagang Diminta Kembali Masuk Pasar

Pramono menegaskan penataan bukan sekadar memindahkan lapak. Pemerintah harus memastikan aktivitas perdagangan tidak lagi mengambil ruang yang seharusnya digunakan kendaraan.

Menurutnya, Wali Kota Jakarta Timur telah berkoordinasi dengan Direktur Utama Pasar Jaya. Selanjutnya, pedagang yang masih berjualan di luar akan diarahkan kembali ke area pasar.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Desak Pelaku Penganiayaan Prada Lucky Dihukum Maksimal di Pengadilan Militer

โ€œSegera diminta untuk masuk ke dalam dan dilakukan penertiban,โ€ tegas Pramono.

Ia juga meminta Perumda Pasar Jaya ikut bertanggung jawab karena kawasan tersebut berada dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut.

Pelajar Tewas Setelah Terjatuh di Jalan Licin

Kebijakan tersebut tidak lepas dari kecelakaan tragis yang terjadi pada Senin (17/8/2026).

Seorang pelajar berinisial HH, yang dalam sejumlah laporan disebut berusia 17โ€“18 tahun, tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Bogor, tepat di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.

Korban diduga kehilangan kendali setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir di permukaan jalan yang licin. Korban kemudian terjatuh ke sisi kanan jalan.

Pada saat bersamaan, truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melintas. Korban kemudian terlindas kendaraan tersebut hingga meninggal dunia.

Pramono menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan menilai kondisi yang berpotensi memicu kecelakaan harus segera dibenahi.

Jalan Raya Bukan Tempat Berjualan

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga fungsi badan jalan.

Aktivitas perdagangan di bahu jalan bukan hanya berpotensi menyebabkan kemacetan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila terdapat air, sampah atau material lain yang membuat permukaan jalan licin.

Baca Juga :  Ramai Hoax Beredar, Menteri Hak Asasi Manusia Pertimbangkan Lapor Polisi

Pemprov DKI sebelumnya juga telah melakukan sejumlah program penataan di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.

Pada 2025, pengelola pasar menata ratusan pedagang kaki lima agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu parkir, bongkar muat dan akses pengunjung.

Perumda Pasar Jaya juga mencatat kawasan Pasar Induk Kramat Jati berada di Jalan Raya Bogor KM 20, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Keselamatan Harus Menjadi Prioritas

Penataan pasar tentu harus berjalan dengan pendekatan yang seimbang. Pedagang membutuhkan ruang untuk mencari nafkah, sementara pengguna jalan berhak mendapatkan akses yang aman.

Karena itu, relokasi atau penertiban perlu dibarengi dengan penyediaan tempat berdagang yang layak, akses bongkar muat yang tertata serta pengawasan kebersihan secara konsisten.

Jangan sampai aktivitas ekonomi yang seharusnya menghidupkan pasar justru menelan korban di jalan.

Kecelakaan di Kramat Jati menjadi pengingat bahwa persoalan kecil seperti air yang menggenang atau lapak yang terlalu dekat dengan jalan dapat berubah menjadi ancaman serius ketika tidak segera ditangani.

Kini, instruksi penataan sudah disampaikan. Tantangannya adalah memastikan kebijakan tersebut benar-benar diterapkan di lapangan dan tidak berhenti sebagai perintah administratif.

Keselamatan pengguna jalan harus menjadi harga mati. Pasar boleh ramai, pedagang boleh mencari rezeki, tetapi jalan raya harus tetap aman bagi semua. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan Direnovasi, Pendidikan Anak Jadi Perhatian
Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek
Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat
Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan 2 Lansia, 25 Warga Selamat
29 Perusahaan Kena Sanksi soal Sampah di Jakarta, Ini Ancaman Berikutnya
Demo Mahasiswa di DPR Hari Ini, 3.983 Personel Siaga dan Lalu Lintas Diatur
Cilangkap Dipadati Kegiatan HUT TNI, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:10 WIB

SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan Direnovasi, Pendidikan Anak Jadi Perhatian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan 2 Lansia, 25 Warga Selamat

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB