Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Sarmuji

Senin, 21 September 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Posnews/Ist)

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ternyata sudah lama tidak berada dalam struktur kepengurusan Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengungkapkan, Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu.

Menurut Sarmuji, keputusan tersebut tidak disampaikan secara mendadak. Nusron disebut langsung menyampaikan pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain,” kata Sarmuji kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Nusron Masih Jadi Kader Golkar

Meski tidak lagi duduk sebagai pengurus DPP, Nusron tetap tercatat sebagai kader Partai Golkar.

Artinya, pengunduran diri tersebut merupakan pelepasan jabatan di struktur kepengurusan, bukan keputusan untuk meninggalkan partai.

Baca Juga :  381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka

Sarmuji juga mengaku tidak mengetahui secara rinci urusan yang membuat Nusron memilih mengurangi aktivitasnya di struktur partai.

Karena itu, alasan “fokus ke hal lain” yang disampaikan Sarmuji belum menjelaskan secara spesifik kegiatan atau kepentingan yang dimaksud Nusron.

Sebelumnya Juga Dikonfirmasi Ahmad Doli

Kabar pengunduran diri Nusron sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.

Doli membenarkan Nusron sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Golkar beberapa bulan sebelumnya.

“Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,” kata Doli, Sabtu (19/9/2026).

Dengan demikian, informasi dari Sarmuji memperjelas bahwa keputusan tersebut bukan reaksi yang baru muncul dalam beberapa hari terakhir.

Pernah Jadi Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian

Dalam struktur DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron sebelumnya menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

Posisi tersebut membuat Nusron menjadi salah satu bagian dari struktur kepengurusan partai di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Sementara itu, Nusron masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi

Dokumen resmi Kementerian ATR/BPN juga menunjukkan Nusron masih menandatangani sejumlah regulasi kementerian pada 2026, termasuk keputusan yang ditetapkan pada Agustus 2026.

Muncul di Tengah Sorotan Kasus ATR/BPN

Pengungkapan mengenai pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Golkar muncul ketika Kementerian ATR/BPN tengah menjadi perhatian publik setelah penindakan hukum KPK terkait dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).

Namun, waktu pengunduran diri perlu diperhatikan. Sarmuji menyatakan Nusron telah mundur dari kepengurusan Golkar lebih dari enam bulan lalu, sehingga tidak tepat menyimpulkan keputusan tersebut baru diambil setelah kasus hukum mencuat.

Nusron sendiri sebelumnya menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan menyatakan akan mengikuti serta membantu proses penegakan hukum.

Di sisi lain, informasi mengenai keterlibatan seseorang dalam perkara pidana harus tetap mengacu pada status hukum dan pembuktian yang ditetapkan aparat penegak hukum.

Kementerian ATR/BPN juga masih menjalankan agenda pembenahan pelayanan. Dalam kegiatan bersama KPK pada Agustus 2026, Nusron menekankan pentingnya integritas dan pencegahan pungutan liar dalam pelayanan pertanahan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari
Konflik Papua Memanas, Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lindungi Warga
Lowongan Kerja Google September 2026, Lulusan S1 Bisa Daftar
Kemenag Batasi HP di Sekolah, Ini Aturan yang Wajib Diketahui Orang Tua
Prabowo di Gontor: Tak Boleh Ada Orang Lapar dan Koruptor
Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:01 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Ini Penjelasan Sarmuji

Minggu, 20 September 2026 - 12:22 WIB

Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari

Minggu, 20 September 2026 - 12:11 WIB

Konflik Papua Memanas, Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lindungi Warga

Minggu, 20 September 2026 - 07:39 WIB

Lowongan Kerja Google September 2026, Lulusan S1 Bisa Daftar

Sabtu, 19 September 2026 - 21:21 WIB

Kemenag Batasi HP di Sekolah, Ini Aturan yang Wajib Diketahui Orang Tua

Berita Terbaru

Ilustrasi, BMKG memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin 21 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Senin, 21 Sep 2026 - 06:08 WIB

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB