Rafli Tewas Usai Bentrokan Tallo Makassar, Polisi Periksa Anggota dan CCTV

Minggu, 27 September 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menyelidiki bentrokan warga di Tallo Makassar yang menewaskan Rafli.

Polisi menyelidiki bentrokan warga di Tallo Makassar yang menewaskan Rafli.

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Malam yang seharusnya tenang berubah mencekam di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (27/9/2026) dini hari.

Bentrokan dua kelompok warga pecah. Batu dan anak panah beterbangan. Polisi yang datang untuk membubarkan massa bahkan mendapat serangan.

Namun, setelah massa membubarkan diri, kabar memilukan muncul. Seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Rafli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka yang menyerupai luka tembak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebuah sepeda motor juga dilaporkan dibakar dalam rangkaian kericuhan tersebut.

Kini, kematian Rafli menjadi perhatian serius aparat. Polisi tidak hanya mencari pelaku bentrokan, tetapi juga menelusuri dari mana proyektil yang melukai korban berasal.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan kejadian tersebut. “Iya betul masih dalam penyelidikan,” kata Didik di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Minggu sore.

Polisi Datang, Massa Justru Menyerang

Kericuhan bermula ketika Polsek Tallo menerima laporan pertikaian antarwarga sekitar pukul 02.50 Wita.

Lima personel yang dipimpin Ipda A. Syahrir langsung bergerak menuju lokasi. Mereka datang untuk memisahkan kelompok yang terlibat bentrokan.

Situasi ternyata tidak mudah dikendalikan.

Menurut Didik, massa justru menyerang anggota menggunakan batu dan busur.

“Lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda A. Syahrir mendatangi lokasi. Saat tiba di TKP, personel diserang menggunakan batu dan busur,” ujar Didik.

Menghadapi serangan tersebut, salah seorang anggota kemudian melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Massa akhirnya meninggalkan lokasi.

Tidak lama berselang, sekitar pukul 04.50 Wita, polisi mendapat laporan seorang warga tewas diduga terkena tembakan. Korban diketahui bernama Rafli.

Baca Juga :  Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi - BNPB Siapkan Huntara

Rafli Dibawa ke Rumah Sakit

Warga sempat membawa Rafli ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Polisi yang mendapat informasi tersebut kemudian mendatangi rumah sakit.

Kapolsek Tallo AKP Aswada bersama anggotanya lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sekitar pukul 06.00 Wita, Rafli sudah berada di Biddokkes Polda Sulsel. Atas persetujuan keluarga, dokter kemudian melakukan autopsi.

Langkah itu penting untuk menjawab satu pertanyaan utama: apa sebenarnya yang menyebabkan Rafli meninggal dunia?

Autopsi Temukan Luka Menyerupai Tembakan

Hasil pemeriksaan forensik menemukan luka yang menyerupai luka tembak.

Kabiddokkes Polda Sulsel mengungkapkan terdapat luka masuk di bagian punggung kiri belakang dan luka keluar di lengan kanan.

“Pada pemeriksaan ditemukan luka masuk di punggung kiri belakang dan luka keluar di lengan kanan yang menyerupai luka tembak,” ujarnya.

Temuan tersebut belum cukup untuk memastikan jenis senjata maupun siapa yang melepaskan proyektil. Karena itu, penyidik akan melakukan pemeriksaan balistik melalui Laboratorium Forensik.

“Hasilnya nanti akan dicocokkan melalui pemeriksaan balistik untuk menentukan jenis dan ukuran proyektil yang digunakan,” katanya.

Hasil balistik nantinya akan menjadi salah satu bukti penting dalam mengurai kematian Rafli.

Lebih dari 100 Orang Terlibat

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan bentrokan melibatkan dua kelompok warga.

Jumlah massa yang berada di lokasi diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang. Sementara itu, polisi yang datang ke lokasi hanya lima personel.

Arya mengatakan anggota berupaya membubarkan tawuran agar bentrokan tidak menimbulkan korban lebih banyak.

“Tindakan anggota saat itu untuk membubarkan tawuran agar tidak terjadi korban di antara kedua belah pihak. Namun anggota mendapat serangan berupa lemparan batu dan panah busur,” ujar Arya.

Meski demikian, polisi belum menarik kesimpulan mengenai hubungan tembakan peringatan dengan luka yang ditemukan pada tubuh Rafli.

Polisi masih mengumpulkan bukti untuk memastikan kronologi sebenarnya.

Baca Juga :  Dua Tersangka Kekerasan Pengusiran Nenek 80 Tahun Ditangkap Polda Jawa Timur

Semua Anggota yang Bertugas Diperiksa

Polda Sulsel juga tidak hanya memeriksa warga yang berada di lokasi. Seluruh anggota yang bertugas ketika bentrokan berlangsung ikut diperiksa oleh Propam dan Itwasda.

Didik mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui siapa yang menggunakan senjata, senjata apa yang digunakan, serta apakah tindakan anggota sudah sesuai prosedur.

“Siapa yang berbuat, alat apa yang digunakan, apakah sudah sesuai SOP atau belum, semuanya masih didalami. Perkembangannya akan kami sampaikan secara terbuka,” katanya.

Polisi juga memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi. Arya menegaskan, apabila penyelidikan menemukan pelanggaran hukum atau pelanggaran SOP, aparat akan mengambil tindakan.

“Kami akan periksa CCTV, saksi-saksi, dan seluruh anggota yang bertugas. Jika ditemukan pelanggaran hukum ataupun pelanggaran SOP, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Keluarga Menunggu Jawaban

Di tengah penyelidikan yang masih berjalan, keluarga Rafli kini hanya bisa menunggu jawaban mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada dini hari tersebut.

Hasrullah, perwakilan keluarga, mengatakan pihaknya menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.

Namun, keluarga berharap penyelidikan berlangsung terbuka dan memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Rafli.

“Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Apa pun hasilnya saya serahkan, tetapi saya berharap hasil yang terbaik,” kata Hasrullah.

Kematian Rafli menjadi pengingat pahit bahwa tawuran antarwarga dapat berubah menjadi tragedi hanya dalam hitungan menit.

Bentrokan yang awalnya berupa saling serang antarkelompok kini menyisakan duka bagi satu keluarga dan pekerjaan besar bagi aparat untuk mengungkap fakta.

Polisi masih harus mencocokkan hasil autopsi, pemeriksaan balistik, CCTV, keterangan saksi, serta pemeriksaan terhadap personel yang berada di lokasi.

Sampai seluruh bukti tersebut selesai diperiksa, penyebab pasti kematian Rafli dan pihak yang bertanggung jawab atas proyektil yang mengenai tubuhnya masih menunggu hasil penyelidikan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Kematian Presenter TVRI Yanto Indorway, 2 Pria Jadi Tersangka
Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat
Sebulan Diburu, Pria yang Diduga Siram Istri Siri dengan Air Keras di Jambi Ditangkap
Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas
Kapolda Bengkulu Turun ke Lahan, Tanam Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar
Pencuri Brankas Masjid Al Markaz Gasak Rp75 Juta, Uangnya Ludes untuk Sabu dan Judol
Ditolak Bawa Anak, Pria di Kupang Diduga Bacok Mantan Istri dan Bocah 10 Tahun

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:05 WIB

Rafli Tewas Usai Bentrokan Tallo Makassar, Polisi Periksa Anggota dan CCTV

Minggu, 27 September 2026 - 11:49 WIB

Fakta Baru Kematian Presenter TVRI Yanto Indorway, 2 Pria Jadi Tersangka

Minggu, 27 September 2026 - 06:19 WIB

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Sabtu, 26 September 2026 - 06:08 WIB

Sebulan Diburu, Pria yang Diduga Siram Istri Siri dengan Air Keras di Jambi Ditangkap

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas

Berita Terbaru

Ribuan warga Madrid menggelar demonstrasi krisis perumahan usai penggusuran lansia 87 tahun. Simak rincian tuntutan penyewa dan data krisis properti Spanyol. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:30 WIB

Ledakan gas ambrukkan bangunan di kawasan Plaka Athena dan menewaskan enam orang termasuk empat warga AS. Simak rincian evakuasi dan investigasinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:00 WIB

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:30 WIB