JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rencana festival musik elektronik internasional Scream or Dance 2026 dipastikan tidak berlangsung di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengambil keputusan itu setelah menindaklanjuti aspirasi publik dan mengevaluasi rencana penyelenggaraan acara bersama pihak promotor.
Setelah melalui komunikasi terbuka, kedua pihak sepakat tidak menggelar festival tersebut di kawasan Ancol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Syahmudrian Lubis mengatakan keputusan itu merupakan hasil dialog antara Ancol dan promotor dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Kami mengapresiasi keterbukaan, profesionalisme, dan itikad baik pihak promotor dalam proses komunikasi bersama. Kesepahaman ini merupakan hasil dialog yang saling menghormati dan mempertimbangkan berbagai aspek,” ujar Syahmudrian.
Bukan Batal Total, Lokasi Berpindah
Keputusan Ancol tidak berarti Scream or Dance 2026 batal seluruhnya.
Berdasarkan situs resmi penyelenggara yang diperbarui pada akhir September, festival tersebut tercantum akan berlangsung di Community Park PIK 2 pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Dengan demikian, perubahan utama terjadi pada lokasi penyelenggaraan. Ancol memastikan kawasan wisata tersebut tidak menjadi tempat berlangsungnya festival.
Festival ini dikenal sebagai salah satu acara musik elektronik internasional. Dalam keterangan Ancol, Scream or Dance disebut berada di peringkat ke-71 dunia.
Ancol Perketat Penataan Event
Sementara itu, manajemen Ancol menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul selama proses pembahasan rencana acara.
Pengelola juga akan memperkuat penataan berbagai kegiatan di kawasan Ancol.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah pengaturan penjualan minuman beralkohol. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, karakter kawasan, serta aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Langkah itu penting karena Ancol tidak hanya menjadi lokasi hiburan, tetapi juga ruang rekreasi yang digunakan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Karena itu, setiap penyelenggaraan event perlu memperhatikan karakter kawasan dan kenyamanan pengunjung secara keseluruhan.
Jaga Ancol Tetap Jadi Ruang Rekreasi
Ancol menegaskan penataan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga Taman Impian Jaya Ancol sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan inklusif.
Pengelola juga ingin mempertahankan karakter Ancol sebagai destinasi wisata keluarga.
“Langkah tersebut sebagai bagian dari komitmen Ancol dalam menjaga kawasan Taman Impian Jaya Ancol sebagai destinasi wisata keluarga yang inklusif, serta untuk mendukung Jakarta sebagai kota global yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat,” demikian keterangan Ancol.
Dengan keputusan tersebut, Ancol dan promotor telah memiliki kesepahaman mengenai lokasi penyelenggaraan. Di sisi lain, Ancol akan terus mengevaluasi dan menata event demi keamanan serta kenyamanan pengunjung. **
Editor : Hadwan













