Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pentagon mengonfirmasi siaran langsung eksekusi tim tembak Nidal Malik Hasan atas penembakan Fort Hood 2009. Dok: Istimewa.

Pentagon mengonfirmasi siaran langsung eksekusi tim tembak Nidal Malik Hasan atas penembakan Fort Hood 2009. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pentagon mengonfirmasi rencana penayangan siaran langsung eksekusi mati Nidal Malik Hasan.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth memastikan masyarakat luas dapat menyaksikan proses eksekusi penembak Fort Hood tersebut.

Selain itu, Angkatan Darat Amerika Serikat merencanakan jadwal eksekusi tim tembak pada 3 Desember mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, pengadilan militer menyatakan Hasan bersalah atas pembunuhan 13 orang serta melukai 32 korban lainnya.

Oleh karena itu, eksekusi ini menjadi tindakan hukuman mati militer pertama dalam kurun 65 tahun terakhir.

Baca Juga :  Menkeu Rusia Siluanov Hadir Langsung di G20

Perdebatan Hukum dan Respon Para Pakar

Namun, keputusan penayangan langsung proses eksekusi ini memicu perdebatan sengit di antara para ahli hukum.

Sebagian pakar menilai penayangan transparan ini mampu memberikan pemahaman utuh mengenai proses hukuman mati.

Meskipun demikian, pakar lain mengkritik langkah pemerintah yang terkesan menjadikan eksekusi sebagai sebuah tontonan.

Sementara itu, Hasan memiliki hak mengajukan petisi ke pengadilan sipil guna menunda pelaksanaan eksekusi tersebut.

Selain itu, pengacara Hasan mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi kesehatan fisik sang klien jelang hari eksekusi.

Baca Juga :  Pemerintah Jepang Pangkas Pajak Konsumsi Makanan

Rekam Jejak Insiden Penembakan Massal 2009

Sebagai catatan, Hasan merupakan mantan psikiater Angkatan Darat Amerika Serikat yang berpangkat mayor.

Pada November 2009, Hasan melancarkan aksi penembakan brutal saat para prajurit menjalani pemeriksaan medis.

Aksi penembakan tersebut menyebabkan Hassan mengalami kelumpuhan setelah tembakan petugas kepolisian menembus punggungnya.

Selanjutnya, Presiden Donald Trump memberikan persetujuan akhir atas pelaksanaan eksekusi mati terhadap Hasan.

Oleh sebab itu, militer Amerika Serikat menyiapkan seluruh prosedur teknis pelaksanaan eksekusi tim tembak tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis
Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan
Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel
Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia
Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan
Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar
Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror
Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Berita Terbaru

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Jumat, 9 Okt 2026 - 10:34 WIB

Pentagon mengonfirmasi siaran langsung eksekusi tim tembak Nidal Malik Hasan atas penembakan Fort Hood 2009. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:31 WIB

Donald Trump Jutaan warga Amerika Serikat menghadapi ancaman kehilangan akses obat murah dari Kanada akibat aturan baru bea cukai AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:51 WIB