Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Kelompok Houthi memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana keterlibatan militer dalam konflik Yaman.

Pejabat Houthi Mohammed Al Bukhaiti menjanjikan serangan balasan yang cepat dan menyakitkan terhadap seluruh kepentingan Amerika Serikat.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi bergabung dalam serangan udara koalisi Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, Arab Saudi menghadapi gelombang serangan rudal mematikan yang menargetkan fasilitas minyak dan bandara utama.

Baca Juga :  AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Bahkan, serangan di Bandara Internasional Riyadh pekan ini menewaskan 13 orang serta melukai ratusan warga lainnya.

Eskalasi Serangan dan Dampak Penerbangan

Pasukan koalisi Arab Saudi mengklaim berhasil mengintersepsi rudal Houthi yang mengarah ke ibu kota Riyadh.

Namun, ledakan keras tetap menggelegar dan memicu kepanikan warga di sekitar kawasan ibu kota.

Baca Juga :  Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Oleh karena itu, pemerintah Arab Saudi mengaktifkan sistem peringatan darurat melalui ponsel pintar seluruh penduduk.

Sementara itu, beberapa maskapai penerbangan internasional seperti Etihad dan Gulf Air membatalkan seluruh jadwal penerbangan.

Selain itu, maskapai Delta asal Amerika Serikat menunda pembukaan rute penerbangan langsung menuju kota Riyadh.

Dengan demikian, krisis keamanan ini mengganggu rantai pasokan energi global dan penerbangan internasional secara signifikan.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik
Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:43 WIB

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB