Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di tengah kebuntuan. Teheran sedang meninjau memorandum perdamaian dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, memicu reaksi instan pada pasar energi dunia dan optimisme dari Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

Diplomasi di tengah kebuntuan. Teheran sedang meninjau memorandum perdamaian dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, memicu reaksi instan pada pasar energi dunia dan optimisme dari Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meletus sejak 28 Februari lalu kini menunjukkan sinyal de-eskalasi. Pemerintah Iran secara resmi sedang mempelajari draf perdamaian yang Washington ajukan guna menghentikan permusuhan fisik.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran menyatakan bahwa Teheran akan segera menyampaikan jawaban resmi mereka. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengeklaim bahwa kedua belah pihak telah menunjukkan keinginan kuat untuk mengakhiri perang melalui dialog intensif di Ruang Oval.

Memorandum Satu Halaman: Pintu Masuk Perundingan

Sumber diplomatik menyebutkan bahwa kesepakatan kini berpusat pada memorandum satu halaman. Dokumen tersebut berfungsi sebagai kerangka awal untuk mengakhiri konflik secara formal. Selanjutnya, kesepakatan ini akan memulai jam hitung mundur selama 30 hari untuk negosiasi mendalam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus diskusi lanjutan tersebut meliputi:

  • Pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
  • Pencabutan sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.
  • Penetapan batasan baru bagi program nuklir Teheran.
  • Pelepasan dana Iran yang saat ini masih Amerika Serikat bekukan.
Baca Juga :  Eropa Tolak Seruan Donald Trump untuk Koalisi Militer di Selat Hormuz

Optimisme Trump dan Ancaman Serangan Balasan

Meskipun terlihat optimis pada Rabu sore, Presiden Trump sempat menunjukkan sikap pesimis pada pagi harinya. Melalui unggahan di Truth Social, ia bahkan mengancam akan memulai kembali kampanye pengeboman masif jika Teheran menolak proposal tersebut.

“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami memiliki pembicaraan yang sangat baik,” ujar Trump kepada wartawan. Namun demikian, Trump tetap mempertahankan blokade militer di kawasan tersebut. Komando Sentral AS (CENTCOM) melaporkan pasukannya telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran yang mencoba melanggar blokade pada Rabu pagi.

Reaksi Pasar: Harga Minyak Brent Tumbang

Laporan mengenai kemungkinan berakhirnya perang langsung mengguncang pasar komoditas energi. Harga minyak mentah Brent sempat merosot tajam sekitar 11 persen hingga menyentuh angka USD 98 per barel. Oleh karena itu, pasar saham global melonjak tajam seiring dengan menurunnya imbal hasil obligasi akibat optimisme pasokan energi yang akan kembali normal.

Meskipun harga kembali merangkak naik ke atas level USD 100, fluktuasi ini membuktikan betapa besarnya ketergantungan ekonomi dunia pada stabilitas Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia sebelum pecahnya perang.

Baca Juga :  Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Ganjalan Utama: Uranium dan Proksi Regional

Tantangan terbesar tetap berada pada isu nuklir. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa seluruh cadangan uranium yang diperkaya harus keluar dari wilayah Iran. Saat ini, Iran diperkirakan menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian mendekati standar senjata militer.

Selain itu, proposal terbaru AS dilaporkan belum menyentuh tuntutan lama Washington mengenai penghentian program rudal balistik dan dukungan terhadap milisi proksi di Timur Tengah. Anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyebut teks tersebut lebih menyerupai “daftar keinginan Amerika” daripada realitas politik di lapangan.

Menanti Diplomasi Jared Kushner

Proses negosiasi ini dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner. Kehadiran Kushner menunjukkan bahwa Gedung Putih menggunakan jalur diplomasi personal untuk memecah kebuntuan.

Singkatnya, keberhasilan memorandum ini akan menjadi penentu apakah dunia akan terhindar dari resesi energi yang parah. Masyarakat internasional kini menanti respons resmi dari Teheran dalam beberapa jam ke depan guna memastikan apakah perdamaian di tahun 2026 ini benar-benar akan terwujud.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Unjuk Kebersamaan dengan Wali Kota New York
Trump Puji Perdana Menteri Inggris Andy Burnham
Emmanuel Macron Banting Mimbar PBB dan Kecam Klaim
Pejabat NATO Peringatkan Tingkah Laku Vladimir Putin
Trump Pertimbangkan Opsi Serangan dan Buka Kembali Dialog
Trump Tegur Wartawan CNN di PBB di Tengah Gugatan Hukum
PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Dukungan ICC
Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

Donald Trump Unjuk Kebersamaan dengan Wali Kota New York

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Trump Puji Perdana Menteri Inggris Andy Burnham

Kamis, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Emmanuel Macron Banting Mimbar PBB dan Kecam Klaim

Kamis, 24 September 2026 - 09:30 WIB

Pejabat NATO Peringatkan Tingkah Laku Vladimir Putin

Kamis, 24 September 2026 - 08:00 WIB

Trump Pertimbangkan Opsi Serangan dan Buka Kembali Dialog

Berita Terbaru

AntGamer meluncurkan monitor ANT272TUE Tandem WOLED 4K 240Hz dual mode dan QHD 540Hz. Simak spesifikasi lengkap dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AntGamer Rilis Monitor Gaming Tandem WOLED 4K 240Hz

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Jumat 25 September 2026 BMKG.
(Posnews/BMKG)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Didominasi Berawan, Tangerang Hujan

Jumat, 25 Sep 2026 - 05:44 WIB