Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi pertempuran di perbatasan. Israel membombardir wilayah Nabatieh di Lebanon Selatan saat Amerika Serikat dan Iran sedang merancang draf perdamaian komprehensif. Dok: Istimewa.

Eskalasi pertempuran di perbatasan. Israel membombardir wilayah Nabatieh di Lebanon Selatan saat Amerika Serikat dan Iran sedang merancang draf perdamaian komprehensif. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Israel kembali meluncurkan serangan udara secara masif ke wilayah Lebanon selatan. Langkah taktis ini memicu pertempuran sengit dengan kelompok milisi Hezbollah di perbatasan.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan udara tersebut menewaskan sedikitnya 16 warga sipil. Sementara itu, militer Israel menegaskan bahwa operasi gempuran udara masih berlangsung aktif hingga hari Jumat ini.

Ancaman Nyata bagi Kesepakatan Damai AS-Iran

Eskalasi pertempuran baru ini berpotensi merusak draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sebab, isi perjanjian awal menuntut penghentian total operasi militer di semua front pertempuran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesepakatan tersebut juga mewajibkan semua pihak untuk menghormati kedaulatan penuh wilayah negara Lebanon. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak keras untuk menarik mundur pasukannya dari perbatasan.

Baca Juga :  Update Banjir Jakarta, Rawa Buaya Terparah - Bidara Cina Tertinggi 210 Cm

Netanyahu menghadapi tekanan politik yang sangat berat menjelang pemilihan umum sela pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, ia bersikeras mempertahankan pasukan militer di Lebanon hingga ancaman Hezbollah sirna sepenuhnya.

Penundaan Negosiasi Damai di Swiss

Ketegangan di lapangan akhirnya mengganggu jadwal pertemuan diplomatik penting antara perwakilan Washington dan Tehran di Swiss. Wakil Presiden AS JD Vance secara mendadak menangguhkan rencana keberangkatannya menuju Swiss pada hari Kamis kemarin.

Pihak Gedung Putih berdalih hambatan logistik menjadi pemicu utama dari penundaan perjalanan delegasi tersebut. Namun, stasiun televisi Al-Mayadeen menyajikan analisis yang berbeda mengenai pembatalan rencana pertemuan tersebut.

Stasiun televisi sekutu Hezbollah tersebut mengonfirmasi bahwa Iran sengaja menunda pengiriman delegasi mereka ke Swiss. Langkah boikot ini merupakan bentuk protes keras Iran atas agresi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Baca Juga :  Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik

Peringatan Keras JD Vance untuk Israel

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan damai awal bersama Iran di Istana Versailles Prancis pada hari Rabu. Pertemuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron tersebut menghasilkan draf kesepakatan yang langsung berlaku aktif.

Usai penandatanganan dokumen, JD Vance melayangkan peringatan lisan yang sangat keras dan serius kepada pemerintah Israel. Ia mengingatkan agar Israel menghormati proses perdamaian transisi ini dengan penuh tanggung jawab.

Vance menegaskan bahwa Donald Trump merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang masih menaruh simpati bagi Israel saat ini. Oleh karena itu, Israel harus berhati-hati agar tidak kehilangan dukungan diplomatik satu-satunya dari negara adidaya tersebut.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya
Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan
Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran
Amerika Serikat dan Iran Resmi Rilis Dokumen Damai
PM Jepang Sanae Takaichi Sukses Jalani Debut Diplomasi G7
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:41 WIB

Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:30 WIB

Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:19 WIB

Amerika Serikat dan Iran Resmi Rilis Dokumen Damai

Berita Terbaru

Eskalasi pertempuran di perbatasan. Israel membombardir wilayah Nabatieh di Lebanon Selatan saat Amerika Serikat dan Iran sedang merancang draf perdamaian komprehensif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:09 WIB

Langkah strategis ketahanan energi. Indonesia bersiap meluncurkan mandatori biodiesel B50 guna memangkas impor solar dan menghemat devisa negara. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:23 WIB