TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku UMKM memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk kembangkan usaha.
Menurutnya, AI memperkuat strategi pemasaran digital secara efektif.Selain itu, AI membantu UMKM mencari pasar potensial.
Teknologi ini juga memahami minat konsumen, menerjemahkan deskripsi produk, membuat konten promosi menarik, hingga menjawab pertanyaan calon pembeli secara otomatis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendag Busan menyampaikan hal ini dalam forum bisnis “Go Global with AI: Unlocking New Markets with Meta Indonesia”.
Forum tersebut berlangsung pada hari kedua Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Kamis (15/10), di ICE BSD City, Tangerang.
“Pelaku usaha, termasuk UMKM, harus bisa memanfaatkan AI dengan baik karena sekarang eranya digital. Jika bisa menggunakan teknologi ini, produk Ibu dan Bapak lebih cepat menemukan konsumen,” kata Mendag Busan.
Berbagai Fasilitas Ekspor
Sementara itu, Kemendag konsisten membuka berbagai fasilitas ekspor. Fasilitas tersebut meliputi business matching dengan buyer mancanegara dan kemitraan dengan ritel modern.
Mendag menegaskan, Kemendag selalu terbuka untuk mendukung pelaku usaha dari skala kecil hingga besar.Kemudian, perwakilan Meta Indonesia menyerahkan Katalog Siap Ekspansi Global kepada Mendag Busan secara simbolis.
Katalog ini berisi profil 200 UMKM unggulan peserta Program Gapai Pasar Global dengan AI. Program tersebut telah melatih UMKM di tiga kota, yakni Bandung, Batam, dan Jakarta.
Program ini merupakan sinergi Kemendag, Meta Indonesia, dan UKMINDONESIA.ID. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan kapasitas UMKM dan memperluas pasar hingga mancanegara.
Di sisi lain, Direktur Kebijakan Publik Meta Asia Tenggara, Sarim Aziz, menjelaskan manfaat nyata AI. Menurutnya, AI membantu UMKM bekerja lebih efisien dan mengalokasikan sumber daya secara tepat.
“Ketika teknologi dipadukan dengan solusi bisnis yang sesuai, bahkan investasi kecil dapat membuka akses pelanggan baru di pasar global,” ujar Sarim.
Ia mencontohkan Zayya, salah satu UMKM binaan. Zayya mencatat 8,46x tingkat pengembalian atas biaya iklan hanya Rp150 ribu berkat pemanfaatan AI.Oleh karena itu, pelaku UMKM merasakan dampak langsung.
Rika Christina, pemilik Craftote Gallery & Coffee, mengaku AI meningkatkan narasi promosi berbasis storytelling.
Selain itu, ia telah mengikuti program binaan Kemendag seperti Designers Dispatch Service (DDS) dan Export Coaching Program (ECP).Rika menilai business matching untuk pasar Eropa sangat bermanfaat.
Ia berharap dukungan Kemendag terus berlanjut hingga UMKM mandiri.”Kami ingin UMKM dibantu penuh dari awal hingga akhir. UMKM perlu didukung hingga bisa ekspor berkelanjutan,” ujar Rika.
Pada akhirnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. UMKM yang adaptif dengan AI berpeluang besar menembus pasar global. **
Editor : Hadwan













