Komnas HAM Soroti Kematian Ibu Hamil di Papua, Desak Aparat Usut Tuntas

Senin, 6 Juli 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah. (Posnews/KomnasHAM)

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah. (Posnews/KomnasHAM)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak aparat mengusut secara independen dan transparan kasus tewasnya ibu hamil berinisial MD yang tertembak di rumahnya di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Komnas HAM menilai penyelidikan yang objektif penting untuk mengungkap fakta dan memberi keadilan bagi korban serta keluarganya.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah meminta aparat segera mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, pemeriksaan forensik, dan memeriksa para saksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komnas HAM mendesak investigasi yang independen, transparan, dan imparsial, tidak semata mengandalkan klaim sepihak dari salah satu pihak yang terlibat kontak senjata,” kata Anis, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga :  Arus Balik Nataru 2026 Padat, 51.165 Penumpang Tiba di Stasiun Daop 1 Jakarta

Berdasarkan pemantauan Komnas HAM, insiden itu terjadi pada Kamis malam (2/7/2026) saat kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di Distrik Sugapa.

MD dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia akibat terkena tembakan.

Komnas HAM mengecam jatuhnya korban sipil.Β Anis menegaskan setiap orang berhak atas kehidupan dan negara wajib melindungi hak tersebut dalam kondisi apa pun.

“Kematian warga sipil akibat operasi keamanan atau kontak senjata merupakan pelanggaran atas hak hidup yang wajib diusut,” tegasnya.

Komnas HAM Dorong Pemulihan Keluarga Korban

Komnas HAM juga meminta pemerintah memberikan pendampingan psikososial, akses kompensasi, serta membuka akses penyelidikan ke lokasi, keluarga korban, dan dokumen terkait.

Baca Juga :  Gedung DPRD Kota Kediri Terbakar Hebat, Lantai Atas Runtuh Akibat Unjuk Rasa

Anis menilai kematian MD menunjukkan konflik bersenjata masih mengancam warga sipil.

Karena itu, aparat harus menjalankan proses hukum secara transparan untuk mencegah impunitas.

Desak Hentikan Kontak Senjata

Komnas HAM mendesak semua pihak menghentikan kontak senjata di permukiman warga, mengevaluasi pendekatan keamanan, dan mengedepankan dialog di Papua.

“Kami mendorong pemerintah memfasilitasi dialog dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil Papua untuk menyelesaikan konflik,” ujar Anis.

Komnas HAM berharap investigasi mengungkap penyebab kematian korban dan menyeret pelaku ke proses hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus OTT Bupati Langkat, KPK Dalami Asal Logam Diduga Platinum 55 Kg
Prabowo Bertemu PM Singapura Lawrence Wong, 26 MoU Siap Ditandatangani
Harga Cabai Rawit Merah Naik ke Rp62.100 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru
Lawrence Wong Bertemu Prabowo, Ini Daftar Jalan yang Ditutup di Jakarta
Aiptu Sumaryanto Gugur saat Operasi Narkoba di Katingan, Jenazah Ditemukan di Sungai
MUI Minta Koruptor Dijatuhi Hukuman Mati, Ini Alasannya
Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Buru Pelaku Penyerangan di Katingan
Kapolri Pimpin Sertijab 6 Kapolda, Ini Nama-Nama Pejabat yang Dilantik

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:51 WIB

Kasus OTT Bupati Langkat, KPK Dalami Asal Logam Diduga Platinum 55 Kg

Senin, 6 Juli 2026 - 11:13 WIB

Prabowo Bertemu PM Singapura Lawrence Wong, 26 MoU Siap Ditandatangani

Senin, 6 Juli 2026 - 09:08 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Naik ke Rp62.100 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru

Senin, 6 Juli 2026 - 06:23 WIB

Komnas HAM Soroti Kematian Ibu Hamil di Papua, Desak Aparat Usut Tuntas

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:02 WIB

Aiptu Sumaryanto Gugur saat Operasi Narkoba di Katingan, Jenazah Ditemukan di Sungai

Berita Terbaru