JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Patroli malam Polda Metro Jaya mengamankan 18 pemuda yang diduga hendak terlibat tawuran di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Pusat (Jakpus).
Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, telepon genggam, dan sepeda motor dari tiga lokasi berbeda.
Petugas mengamankan para pemuda tersebut saat Tim Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres menyisir kawasan rawan gangguan keamanan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 16–17 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan patroli tersebut bertujuan mencegah kekerasan jalanan sebelum menimbulkan korban.
Polisi juga menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan rencana tawuran.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas maupun beristirahat dengan tenang, tanpa terganggu aksi tawuran atau kekerasan jalanan,” kata Wahyu, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Wahyu, polisi memeriksa para pemuda yang diamankan dan melakukan pembinaan sesuai ketentuan. Penyidik juga mendalami keterlibatan masing-masing orang berdasarkan keterangan serta barang bukti yang ditemukan.
Tiga Lokasi Jadi Sasaran Patroli Polisi
Patroli menyasar tiga titik, yakni Jalan Raden Inten di Jakarta Timur, kawasan Pasar Loak dan Jalan Benda Barat di Kemayoran, Jakarta Pusat, serta Jalan Tanah Mas I di Jakarta Timur.
1. Tiga Pemuda Diamankan di Jalan Raden Inten
Petugas pertama menindaklanjuti laporan warga mengenai dugaan rencana tawuran di Jalan Raden Inten, Jakarta Timur, pada Jumat petang.
Meski kelompok yang dilaporkan sudah membubarkan diri, polisi tetap menyisir kawasan tersebut. Hasilnya, petugas mengamankan tiga pemuda.
Polisi turut menyita dua bilah celurit, dua telepon genggam, dan dua sepeda motor untuk kepentingan pemeriksaan.
2. Empat Pemuda Diamankan di Kemayoran
Patroli kemudian bergerak ke kawasan Pasar Loak dan Jalan Benda Barat, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sekitar pukul 03.17 WIB pada Sabtu (17/10/2026), petugas mengamankan empat pemuda setelah mendapati kelompok pengendara sepeda motor yang diduga membawa senjata tajam.
Menurut keterangan polisi, kelompok tersebut berusaha melarikan diri ketika melihat petugas.
Dalam penanganan itu, polisi menyita dua bilah celurit, satu telepon genggam, dan satu sepeda motor.
Polisi selanjutnya menyerahkan empat pemuda tersebut kepada Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
3. Sebelas Pemuda Diamankan di Jalan Tanah Mas I
Penindakan berikutnya berlangsung di Jalan Tanah Mas I, Jakarta Timur, sekitar pukul 03.45 WIB. Di lokasi ini, polisi mengamankan 11 pemuda yang diduga hendak tawuran saat melakukan konvoi.
Petugas juga menyita satu bilah celurit, satu batang besi panjang, tujuh telepon genggam, dan empat sepeda motor.
Polisi membawa 11 pemuda tersebut ke Gedung Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan rohani serta mental.
Sementara itu, tiga pemuda yang diamankan di Jalan Raden Inten dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan.
Polisi Dalami Peran Masing-Masing Pemuda
Wahyu menegaskan bahwa polisi masih mendalami keterlibatan setiap pemuda. Karena itu, dugaan rencana tawuran dan kepemilikan barang bukti harus diperiksa berdasarkan fakta serta hasil penyelidikan.
“Keterlibatan masing-masing pemuda masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang yang ditemukan,” ujarnya.
Polda Metro Jaya menilai patroli preventif penting untuk mencegah bentrokan di jalanan, terutama pada malam hingga dini hari.
Namun, upaya menjaga keamanan juga membutuhkan peran keluarga dan lingkungan sekitar.
Orang tua diimbau memperhatikan pergaulan serta aktivitas anak, khususnya ketika mereka keluar rumah hingga larut malam.
Warga juga dapat segera melapor jika mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan melalui layanan kepolisian 110.
Langkah pencegahan tersebut diharapkan dapat melindungi warga, termasuk anak-anak dan remaja, dari risiko luka maupun kehilangan nyawa akibat kekerasan jalanan. **
Editor : Hadwan













