Tawuran Pelajar di Cikunir Bekasi Berujung Luka Bacok, Polisi Amankan 6 Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tawuran pelajar. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tawuran pelajar. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID โ€“ Tawuran antarkelompok pelajar di Jalan Raya Cikunir, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, berujung kekerasan.

Seorang pelajar berinisial F mengalami luka bacok pada pergelangan tangan kiri dan punggung kiri setelah dua kelompok pelajar SMP/MTs terlibat bentrokan pada Rabu (14/10/2026) sore.

Peristiwa tersebut menjadi keprihatinan karena para pelajar yang seharusnya menuntut ilmu justru terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi pun bergerak menangani kasus ini dan mengamankan enam pelajar yang diduga terlibat.

Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga P Napitupulu menjelaskan, tawuran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di samping Tol Jakarta-Cikampek, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.

โ€œDua kelompok yang masing-masing berjumlah sekitar 10 dan 15 orang tiba di lokasi menggunakan sepeda motor,โ€ ujar Rumangga, Kamis (15/10/2026).

Pelajar Saling Serang dengan Samurai dan Golok

Setibanya di lokasi, kedua kelompok terlibat bentrokan. Mereka diduga menggunakan sejumlah benda berbahaya, mulai dari samurai, golok, hingga penggaris besi.

Baca Juga :  Polisi Amankan 15 Remaja Konvoi Bawa Petasan di Gunung Putri Bogor

Akibat serangan tersebut, F mengalami luka bacok pada pergelangan tangan kiri dan punggung kiri.

Petugas kemudian membawa korban ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, untuk mendapatkan perawatan medis.

Insiden ini kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya tawuran yang dapat mengancam keselamatan pelajar.

Perselisihan antarkelompok yang berujung kekerasan bukan hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga berpotensi mengganggu pendidikan dan masa depan anak-anak.

Polisi Amankan Enam Pelajar

Setelah menangani kejadian tersebut, polisi mengamankan enam pelajar berinisial APK (14), SAS (14), A (13), AP (15), CBH (15), dan FK (15).

Penyidik Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan masih memeriksa mereka untuk mengungkap peran masing-masing dalam bentrokan tersebut.

Polisi juga mendalami siapa yang memulai komunikasi, mengatur pertemuan, membawa senjata tajam, hingga menggunakannya saat tawuran.

Rumangga menegaskan, penyidik akan mencocokkan keterangan para pihak untuk menyusun rangkaian kejadian dan menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi juga harus memperhatikan hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum selama proses pemeriksaan berlangsung.

Kapolres Ingatkan Bahaya Ajakan Tawuran di Media Sosial

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyoroti penggunaan media sosial yang dapat menjadi sarana komunikasi untuk merencanakan tawuran.

Baca Juga :  Tragis, Bocah 5 Tahun Meninggal Terlindas Mobil di Parkiran RSUDAM

Menurut Putu, komunikasi di ruang digital bisa berkembang menjadi aksi kekerasan apabila orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar tidak segera mengantisipasinya.

Karena itu, ia meminta semua pihak meningkatkan pengawasan sekaligus membangun komunikasi terbuka dengan anak.

โ€œTawuran bukan bentuk keberanian, melainkan tindakan yang membahayakan keselamatan dan masa depan anak-anak kita,โ€ tegas Putu.

Ia mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pergaulan serta aktivitas anak di media sosial.

Jika menemukan ajakan tawuran, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak sekolah atau kepolisian agar petugas dapat melakukan pencegahan sebelum jatuh korban.

Kasus di Cikunir ini menjadi peringatan bahwa pencegahan tawuran tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah kekerasan terjadi.

Pengawasan keluarga, pembinaan di sekolah, dan kepedulian masyarakat perlu berjalan bersama agar pelajar tidak terjerumus dalam aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tabung Etilen dan Dinamo Diperiksa Usai Ledakan Maut Pasar Cimanggis
Tiga Orang Diserang di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Peluru
Serangan Mendadak di Dekat Kampung Ambon, 3 Orang Terluka Dibacok dan Ditembak
Pakai Jaket Ojol Bawa Senpi, Duo Curanmor Diduga Beraksi 14 Kali di Jakbar
Pasar Cimanggis Diguncang Ledakan, Korban Berjatuhan dan Ruko Porak-poranda
Pelajar 15 Tahun Tewas Usai Tawuran di Ciracas, Polisi Amankan 5 Orang
Polisi Bongkar Dugaan Curanmor di Cikarang, 2 Senjata Api Rakitan Ikut Disita
Polisi Gerebek Dugaan Sarang Narkoba di Bekasi, 9 Orang Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Tawuran Pelajar di Cikunir Bekasi Berujung Luka Bacok, Polisi Amankan 6 Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Tabung Etilen dan Dinamo Diperiksa Usai Ledakan Maut Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Tiga Orang Diserang di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Peluru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Serangan Mendadak di Dekat Kampung Ambon, 3 Orang Terluka Dibacok dan Ditembak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Pakai Jaket Ojol Bawa Senpi, Duo Curanmor Diduga Beraksi 14 Kali di Jakbar

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB