POSNEWS.CO.ID, DALTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi lewat retorika politiknya saat menghadiri acara kampanye di Georgia.
Trump melontarkan lelucon mengenai popularitas nama Mohammad di dunia Muslim saat menyindir posisi presiden Iran.
Pernyataan tersebut meluncur di hadapan kerumunan pendukungnya di dalam sebuah hangar area Dalton Municipal Airport.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut keberadaan nama Mohammad sangat mendominasi ketika menyapa seseorang dari wilayah Timur Tengah.
“Jika Anda ragu tentang nama seseorang dari Timur Tengah, sebut saja Mohammad,” ujar Trump kepada para pendukungnya.
Sindiran Terhadap Presiden Iran Dan Respons Penonton
Selanjutnya, Trump menggunakan gurauan tersebut untuk mengomentari kondisi kepemimpinan politik di negara Iran.
Ia mengklaim bahwa tidak ada tokoh di Iran yang benar-benar menginginkan posisi jabatan presiden.
Namun, kerumunan pendukung di lokasi kampanye hanya memberikan respons yang cukup redup terhadap lelucon tersebut.
Kelompok advokasi Muslim dan aktivis hak asasi manusia lantas mengecam keras penggunaan gurauan tersebut.
Mereka menilai ucapan Trump terus mendiskreditkan serta mengolok-olok komunitas Muslim dan kelompok minoritas.
Eskalasi Isu Dan Ketegangan Politik
Di sisi lain, Trump meningkatkan intensitas retorikanya terhadap para kandidat politik Muslim menjelang pemilu sela 3 November.
Ia juga menegaskan kembali janjinya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dalam konflik kawasan.
Laporan Council on American Islamic Relations mencatat peningkatan kasus Islamofobia akibatretorika politik semacam ini.
Lembaga tersebut mengaitkan fenomena ini dengan kebijakan ketat migrasi serta pembatasan aksi protes di Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













