Diplomasi Doha: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Tim negosiasi Amerika Serikat dan Iran tiba di Doha pekan ini. Namun, pihak Iran membantah jadwal pertemuan langsung dengan perwakilan AS.

Kebuntuan Komunikasi Delegasi di Doha

Presiden Donald Trump mengutus menantunya, Jared Kushner, dan utusan Steve Witkoff untuk memimpin delegasi AS. Sebaliknya, Iran mengirim delegasi teknis ke Qatar secara terpisah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada rencana dialog langsung. Baghaei menyatakan pihaknya menolak pertemuan negosiasi pada tingkat apa pun dengan AS dalam beberapa hari ke depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapuhnya Gencatan Senjata Juni

Ketidakpastian ini mempertegas kerapuhan kesepakatan damai tanggal 17 Juni lalu. Konflik ini telah mengganggu aliran minyak global di Selat Hormuz. Hal ini juga menciptakan beban politik berat bagi Trump menjelang pemilu sela November mendatang.

Baca Juga :  Usai Diperiksa KPK Korupsi Ijon Proyek, Bupati Bekasi: Semoga Pak Gubernur Dedi Sehat Selalu

Kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk menerapkan nota kesepahaman 14 poin. Kesepakatan tersebut bertujuan memperpanjang gencatan senjata bulan April.

Selain itu, dokumen ini mengatur program energi nuklir Iran dan cadangan uranium berkadar tinggi mereka. Namun, kemajuan proses ini terhenti karena kedua belah pihak saling menuduh melanggar komitmen.

Perebutan Kendali Selat Hormuz

Lalu lintas maritim di Selat Hormuz sempat terhenti setelah serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari. Penutupan jalur pelayaran ini melambungkan harga minyak dunia hingga melampaui 100 dolar per barel. Situasi ini memicu inflasi global dan menekan posisi politik Trump.

Dalam kesepakatan terbaru, Iran berjanji mengupayakan jalur aman bagi kapal tanker. Namun, Iran kemudian menghentikan kapal yang tidak melewati jalur persetujuan mereka.

Teheran juga berencana menarik biaya pelayaran bagi kapal komersial setelah masa 60 hari habis. Langkah ini memicu kemarahan Trump.

Akhir pekan lalu, AS membom fasilitas militer Iran setelah menuduh Teheran menyerang dua kapal komersial. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada hari Minggu pagi.

Baca Juga :  Koordinasi Muscat: Iran dan Oman Matangkan Rencana

Pencairan Aset dan Reaksi Internasional

Di tengah ketegangan ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan pencairan aset negara. Qatar akan mencairkan dana Iran sebesar 6 miliar dolar dari total aset 12 miliar dolar yang ada di Qatar. Pezeshkian menyebut pengembalian dana ini sebagai kemenangan besar rakyat Iran.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggandeng Oman untuk meredakan ketegangan regional. Prancis berkomitmen untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz guna menjamin keamanan rute pelayaran internasional.

Komplikasi Konflik di Lebanon

Gejolak AS-Iran ini turut mengacaukan upaya perdamaian di Lebanon. Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri meragukan kesepakatan damai yang Amerika Serikat rancang antara Lebanon dan Israel.

Sekutu kelompok Hezbollah tersebut memperingatkan bahwa kesepakatan ini dapat memicu perpecahan bangsa. Berri menegaskan pihaknya tidak akan menerapkan kesepakatan tersebut selama tentara Israel masih menduduki Lebanon Selatan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Prabowo: Kepercayaan Rakyat Adalah Senjata Terkuat Polisi
Hak Konsumen Dijamin, Kemendag Awasi Penanganan Gangguan Listrik PLN
Daftar 10 Polda dan 2 Satker Polri Penerima Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
Xi Jinping dan Lukashenko Pererat Aliansi Strategis
Xi Jinping Bersiap Serahkan Medali pada HUT Ke-105 PKT
Perjalanan Panjang Polri, Dari Revolusi Kemerdekaan hingga Era Modern
Cemburu Berujung Maut, Penjual Cilok di Malang Bacok Istri hingga Luka Parah
Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas hingga 5,36 Persen Mulai 1 Juli 2026

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:15 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Prabowo: Kepercayaan Rakyat Adalah Senjata Terkuat Polisi

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:42 WIB

Hak Konsumen Dijamin, Kemendag Awasi Penanganan Gangguan Listrik PLN

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:23 WIB

Diplomasi Doha: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:11 WIB

Daftar 10 Polda dan 2 Satker Polri Penerima Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:54 WIB

Xi Jinping dan Lukashenko Pererat Aliansi Strategis

Berita Terbaru

Diplomasi di tengah hujan rudal. Tim negosiasi AS dan Iran tiba di Doha saat eskalasi militer di Selat Hormuz mengancam kesepakatan damai. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Diplomasi Doha: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh

Rabu, 1 Jul 2026 - 10:23 WIB

Puncak diplomasi segala cuaca. Presiden Xi Jinping dan Presiden Alexander Lukashenko sepakat memperluas kerja sama strategis demi menjaga stabilitas global di tengah ketidakpastian dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan Lukashenko Pererat Aliansi Strategis

Rabu, 1 Jul 2026 - 08:54 WIB