DOHA, POSNEWS.CO.ID – Tim negosiasi Amerika Serikat dan Iran tiba di Doha pekan ini. Namun, pihak Iran membantah jadwal pertemuan langsung dengan perwakilan AS.
Kebuntuan Komunikasi Delegasi di Doha
Presiden Donald Trump mengutus menantunya, Jared Kushner, dan utusan Steve Witkoff untuk memimpin delegasi AS. Sebaliknya, Iran mengirim delegasi teknis ke Qatar secara terpisah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada rencana dialog langsung. Baghaei menyatakan pihaknya menolak pertemuan negosiasi pada tingkat apa pun dengan AS dalam beberapa hari ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapuhnya Gencatan Senjata Juni
Ketidakpastian ini mempertegas kerapuhan kesepakatan damai tanggal 17 Juni lalu. Konflik ini telah mengganggu aliran minyak global di Selat Hormuz. Hal ini juga menciptakan beban politik berat bagi Trump menjelang pemilu sela November mendatang.
Kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk menerapkan nota kesepahaman 14 poin. Kesepakatan tersebut bertujuan memperpanjang gencatan senjata bulan April.
Selain itu, dokumen ini mengatur program energi nuklir Iran dan cadangan uranium berkadar tinggi mereka. Namun, kemajuan proses ini terhenti karena kedua belah pihak saling menuduh melanggar komitmen.
Perebutan Kendali Selat Hormuz
Lalu lintas maritim di Selat Hormuz sempat terhenti setelah serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari. Penutupan jalur pelayaran ini melambungkan harga minyak dunia hingga melampaui 100 dolar per barel. Situasi ini memicu inflasi global dan menekan posisi politik Trump.
Dalam kesepakatan terbaru, Iran berjanji mengupayakan jalur aman bagi kapal tanker. Namun, Iran kemudian menghentikan kapal yang tidak melewati jalur persetujuan mereka.
Teheran juga berencana menarik biaya pelayaran bagi kapal komersial setelah masa 60 hari habis. Langkah ini memicu kemarahan Trump.
Akhir pekan lalu, AS membom fasilitas militer Iran setelah menuduh Teheran menyerang dua kapal komersial. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada hari Minggu pagi.
Pencairan Aset dan Reaksi Internasional
Di tengah ketegangan ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan pencairan aset negara. Qatar akan mencairkan dana Iran sebesar 6 miliar dolar dari total aset 12 miliar dolar yang ada di Qatar. Pezeshkian menyebut pengembalian dana ini sebagai kemenangan besar rakyat Iran.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menggandeng Oman untuk meredakan ketegangan regional. Prancis berkomitmen untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz guna menjamin keamanan rute pelayaran internasional.
Komplikasi Konflik di Lebanon
Gejolak AS-Iran ini turut mengacaukan upaya perdamaian di Lebanon. Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri meragukan kesepakatan damai yang Amerika Serikat rancang antara Lebanon dan Israel.
Sekutu kelompok Hezbollah tersebut memperingatkan bahwa kesepakatan ini dapat memicu perpecahan bangsa. Berri menegaskan pihaknya tidak akan menerapkan kesepakatan tersebut selama tentara Israel masih menduduki Lebanon Selatan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












