TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Posnews/Kemendag)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 menutup gelaran dengan capaian besar. Pameran dagang internasional ini mencatat potensi transaksi USD 22,94 miliar atau sekitar Rp414 triliun, melampaui target USD 17,5 miliar sebesar 31,1 persen.

Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup TEI 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/10/2026).

Selama lima hari, pameran pada 14–18 Oktober itu mempertemukan eksportir Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendag yang akrab disapa Busan menyebut capaian tersebut lahir dari kerja sama pemerintah, perwakilan perdagangan RI di luar negeri, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari eksportir, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, hingga para pemangku kepentingan,” ujar Budi dalam konferensi pers penutupan TEI.

Menurut data Kementerian Perdagangan, potensi transaksi tersebut mencakup 426 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Namun, nilai ini masih berupa potensi transaksi yang perlu ditindaklanjuti agar benar-benar menjadi kontrak dagang dan menghasilkan ekspor.

UMKM Sumbang Potensi Transaksi USD510,79 Juta

Di balik angka besar tersebut, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga memperoleh peluang memperluas pasar. Potensi transaksi UMKM tercatat mencapai USD510,79 juta.

Baca Juga :  Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

Sementara itu, Pangan Nusa Expo 2026 yang berlangsung bersamaan dengan TEI menyumbang potensi transaksi USD327,77 juta.

Ajang ini menjadi ruang bagi pelaku usaha pangan untuk memperkenalkan produk lokal kepada calon pembeli.

India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang menjadi lima negara dengan potensi transaksi terbesar.

Adapun produk yang paling banyak mencatatkan potensi transaksi meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas.

Capaian tersebut menunjukkan peluang produk Indonesia untuk menjangkau pasar internasional.

Meski demikian, eksportir tetap perlu menjaga mutu, kapasitas produksi, konsistensi pasokan, dan ketepatan pengiriman agar kesepakatan bisnis dapat terealisasi.

Diikuti 1.873 Perusahaan dari Berbagai Sektor

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah ekshibitor yang mencapai 1.873 perusahaan, melampaui target 1.500 perusahaan. TEI 2026 juga mencatat 9.600 pembeli terdaftar dari 151 negara.

Dari sisi jumlah pembeli, India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan menjadi lima negara dengan partisipasi terbesar.

Sementara itu, jumlah pengunjung pameran menembus 45.287 orang, naik 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya minat terhadap produk Indonesia. Tantangan berikutnya adalah mengubah pertemuan bisnis dan minat pembeli menjadi pesanan nyata yang memberi manfaat bagi eksportir, pekerja, dan pelaku usaha di daerah.

Wirausaha Muda Ikut Membidik Pasar Global

TEI ke-41 juga membuka ruang bagi wirausaha muda melalui program Campuspreneur. Program dalam inisiatif Kemendag “Dari Lokal untuk Global” itu melibatkan 25 perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga :  Buruh Marah, KSPI-Partai Buruh Gelar Aksi Nasional Hari Ini Tolak Kenaikan Upah Rp 90 Ribu

Sebanyak 25 peserta dari 20 perguruan tinggi terpilih memamerkan produk hasil kurasi. Mereka juga mengikuti presentasi bisnis (pitching) dan pertemuan dengan calon pembeli mancanegara.

Campuspreneur mencatat potensi transaksi lebih dari USD24,57 juta. Capaian ini menunjukkan mahasiswa dapat ikut membangun usaha berorientasi ekspor melalui inovasi, pendampingan, dan akses ke pasar internasional.

Bagi wirausaha muda, kesempatan bertemu pembeli luar negeri bukan sekadar ajang promosi. Mereka juga dapat mempelajari standar pasar, membangun jaringan, serta memahami kebutuhan konsumen global.

Kemendag Kawal Kesepakatan Setelah Pameran

Budi menegaskan, pekerjaan pemerintah tidak berhenti setelah pameran ditutup. Kemendag bersama perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan mengawal kesepakatan yang terjalin agar berkembang menjadi kontrak dagang.

Strategi tersebut dilakukan melalui tiga tahap, yakni penjajakan bisnis sebelum pameran, business matching selama pameran, serta pemantauan dan tindak lanjut setelah acara berakhir.

“Kami tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI,” kata Budi.

Ia juga mengajak pelaku usaha meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produk agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional secara berkelanjutan.

TEI berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Oktober 2027.

Pemerintah berharap momentum tahun ini mendorong semakin banyak produk lokal menembus pasar global, memperluas kesempatan usaha, dan memperkuat kontribusi ekspor bagi perekonomian Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai
Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia
Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote
Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?
Lowongan Kerja Gudang Garam 2026, Teknisi Mesin dan Administrasi untuk D3-S1
Hadapi Tarif dan Hambatan Global, Indonesia Perluas Akses Pasar Ekspor
Produk Pangan, Furnitur, dan Karet Indonesia Dijajaki Tiga Negara
Teh, Kopi, Jamu, dan Cokelat Indonesia Unjuk Gigi di Pangan Nusa Expo 2026

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?

Berita Terbaru