POSNEWS.CO.ID, TOKYO – Nilai pasar industri animasi Jepang (anime) berhasil menembus angka 4,45 triliun yen pada tahun 2025.
Asosiasi Animasi Jepang (Association of Japanese Animations) mengonfirmasi pencapaian rekor sejarah tersebut melalui laporan data terbarunya pada pekan ini.
Angka fantastis ini menandai pertama kalinya nilai pasar industri anime mampu melampaui ambang batas 4 triliun yen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, data sementara menunjukkan bahwa nilai pasar anime telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2015 sebesar 1,8 triliun yen.
Penjualan anime di pasar internasional menjadi penyokong utama pertumbuhan pesat tersebut dengan menyumbangkan pendapatan 2,54 triliun yen.
Bahkan, pasar internasional ini terus konsisten melampaui angka penjualan domestik Jepang sejak pertama kali mendominasi pada tahun 2020 lalu.
Ekspansi Layanan Streaming Dan Kesuksesan Film Demon Slayer Infinity Castle
Ekspansi agresif dari layanan streaming global seperti Netflix memicu pertumbuhan pesat pasar anime internasional.
Platform penyedia konten streaming membuat audiens luas di seluruh dunia dapat mengunduh serta menyaksikan tayangan animasi Jepang dengan mudah.
Sementara itu, kesuksesan film adaptasi manga populer Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba — Infinity Castle turut mendongkrak pendapatan industri sepanjang 2025.
Presiden Asosiasi Animasi Jepang, Kazuko Ishikawa, menegaskan bahwa potensi dan daya jangkau animasi Jepang kini semakin berkembang luas secara global.
Dengan demikian, ia menyampaikan pandangan optimistis tersebut saat menghadiri acara konferensi industri hiburan di ibu kota Tokyo.
Pemerintah Jepang Menargetkan Ekspor Industri Konten Tembus 20 Triliun Yen Pada 2033
Pemerintah Jepang memanfaatkan momentum lonjakan ini untuk menetapkan target pertumbuhan ekspor industri kreatif secara lebih ambisius.
Pihak pemerintah menargetkan nilai penjualan luar negeri untuk industri konten seperti gim, anime, dan manga mencapai 20 triliun yen pada 2033.
Target ini naik signifikan dari angka 5,8 triliun yen pada 2023 ketika sektor konten menjadi komoditas ekspor terbesar kedua setelah otomotif.
Oleh karena itu, keberhasilan ini memperkokoh posisi anime sebagai salah satu pilar utama penggerak perekonomian dan diplomasi budaya Jepang di ranah internasional.
Para pelaku industri meyakini bahwa permintaan konten kreatif Jepang akan terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













