Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 19 April 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nama Dicatut, Uya Kuya Laporkan Penyebar Berita Bohong. (Posnews/Instagram)

Nama Dicatut, Uya Kuya Laporkan Penyebar Berita Bohong. (Posnews/Instagram)

PJAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Anggota DPR RI, Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong ke Polda Metro Jaya.

Uya mengambil langkah hukum setelah tuduhan di media sosial menyebut dirinya memiliki 750 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya benar, terkait dugaan penyebaran berita bohong,” ujar Budi, Minggu (19/4/2026).

Viral di Threads, Foto Diedit dan Narasi Disesatkan

Uya menemukan unggahan di sejumlah akun Threads pada Sabtu (18/4/2026). Unggahan itu menampilkan foto dirinya yang telah diedit, lalu disertai narasi bahwa ia memiliki 750 dapur MBG.

Baca Juga :  Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga

Unggahan tersebut cepat menyebar dan membuat publik menganggapnya sebagai informasi yang benar.

Namun, Uya menegaskan klaim itu tidak sesuai fakta dan termasuk hoaks yang merugikan dirinya secara pribadi maupun profesional.

Merasa dirugikan, Uya mendatangi SPKT Polda Metro Jaya dan membuat laporan polisi. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/2746/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporannya, Uya menyertakan bukti digital berupa tangkapan layar unggahan yang diduga memuat manipulasi informasi dan pencemaran nama baik.

Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran UU ITE

Polda Metro Jaya kini menangani kasus ini dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yakni UU Nomor 1 Tahun 2024 sebagai perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008.

Baca Juga :  Mengapa Tiket Konser Kini Hanya Terjangkau oleh Kaum Elite?

Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 UU ITE serta Pasal 263 dan 264 KUHP terkait pemalsuan dokumen.

Saat ini, penyidik terus mendalami kasus tersebut. Polisi menelusuri jejak digital untuk mengungkap pihak yang pertama kali menyebarkan konten hoaks itu.

Polisi mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi bisa berujung pada konsekuensi hukum serius.

Selain itu, polisi meminta warganet tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama jika berpotensi merugikan orang lain. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan
Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota
Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat
Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan

Berita Terbaru