11 Pelajar di Bogor Ditangkap Polisi Usai Nekat Tawuran 4 vs 4 di Cileungsi

Sabtu, 20 September 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Tawuran Pelajar. Dok-Istimewa

Ilustrasi - Tawuran Pelajar. Dok-Istimewa

BOGOR, POSNEWS.CO.ID Polisi menciduk 11 pelajar yang nekat adu jotos di Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Tawuran itu mereka atur dengan format empat lawan empat alias 4 vs 4.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkap aksi para bocah sekolah ini bikin warga resah. Pasalnya, mereka nongkrong sambil bawa celurit. “Untung warga cepat bubarin, jadi belum sempat ada korban,” kata Edison, Sabtu (20/9/2025).

Tawuran pelajar ini pecah pada Senin (15/9/2025) sore dan sempat viral di media sosial. Dari penyelidikan, tawuran melibatkan dua SMK, masing-masing dari Jonggol dan Cikarang.

Baca Juga :  Korban Bencana Sumatera Tembus 1.106 Jiwa, BNPB Bangun Huntara dan Huntap

Edison menjelaskan, ajakan tawuran bermula dari pesan Instagram. Setelah sepakat, kedua kelompok janjian ketemu di lokasi. “Mereka bahkan bikin aturan sendiri, empat lawan empat,” bebernya.

Namun, sebelum adu bacok benar-benar terjadi, warga keburu datang. Para pelajar pun kocar-kacir, ninggalin satu motor dan sebilah celurit di TKP.

Polisi tak tinggal diam. Dari hasil pengejaran, 11 pelajar berhasil dibekuk pada Kamis (18/9/2025). Mereka digiring ke Polsek buat dibina. “Kami juga panggil orang tua mereka. Semua diberi edukasi soal bahaya tawuran,” jelas Edison.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Jumat 29 Agustus: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai efek jera, polisi kasih sanksi sosial berupa cukur rambut agar lebih disiplin. Polisi juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan lanjutan.

Edison menegaskan, pihaknya tak akan toleransi terhadap aksi tawuran. “Kami imbau sekolah dan orang tua lebih ketat ngawasi anak-anaknya. Jangan sampai masa depan mereka hancur cuma gara-gara tawuran,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terbaru

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB