Desa Sukamulya dan Sukaharja Dilelang, DPR Minta Perhutani Benahi Direksi

Kamis, 25 September 2025 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Sukaharja. Dok: IStimewa

Kantor Desa Sukaharja. Dok: IStimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polemik dua desa di Bogor, Jawa Barat, yang dilelang langsung menyedot perhatian DPR RI.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, melaporkan kasus tersebut dalam rapat bersama pimpinan DPR, sejumlah menteri, dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) di Komisi XIII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bergerak cepat dengan meminta Plt Menteri BUMN, Dony Oskaria, segera menindaklanjuti persoalan itu. Ia menekankan pentingnya mengecek peran bank-bank Himbara terkait pelelangan desa.

“Kalau tadi kita dengar ada dua desa dilelang, tolong dicek bank-bank di bawah Himbara, Pak Dony,” ujar Dasco dalam rapat.

Dorongan Segera Isi Direksi Perhutani

Baca Juga :  Atap SMKN 1 Cileungsi Bogor Ambruk, 31 Korban Luka-Luka Dibangun Pada 2015

Selain itu, Dasco juga menekan Dony untuk segera mengisi kekosongan direksi Perhutani. Menurutnya, kekacauan terkait pelelangan desa tidak bisa dilepaskan dari masalah internal perusahaan pelat merah tersebut.

“Beberapa carut-marut ini karena Perhutani. Kami cek tadi, sampai sekarang direksi Perhutani masih kosong. Kapan akan diisi? Supaya masalah seperti ini cepat terselesaikan,” tegas Dasco.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu, Dony memastikan susunan direksi Perhutani akan terisi pekan depan. Dasco pun menyetujui komitmen tersebut.

“Minggu depan sudah ada ya komposisi direksi Perhutani?” kata Dasco yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Dony.

Sebelumnya, Yandri Susanto mengungkapkan ada dua desa di Kecamatan Sukamakmur, Bogor — yakni Desa Sukamulya dan Sukaharja — yang kini dipasang pelang lelang. Kondisi tersebut membuatnya prihatin.

Baca Juga :  Tragedi di Sukamakmur, Pekerja Tertimpa Tembok Saat Gali Fondasi

“Desa ini berdiri sejak 1930, jauh sebelum Indonesia merdeka. Namun pada 1980-an, ada perusahaan bernama Gunung Makmur yang mengagunkan tanah desa ke bank. Kredit itu macet, dan kini tanah desa dipasang pelang lelang,” ungkap Yandri.

Lebih jauh, Yandri menegaskan pemerintah dan DPR harus segera mengambil langkah tegas. Ia menolak adanya pelelangan desa di negeri yang sudah merdeka puluhan tahun.

“Indonesia sudah 80 tahun merdeka. Tidak boleh ada desa yang dilelang. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut
Polisi Gagalkan Peredaran 3.000 Butir Ekstasi di Jakarta Barat, 2 Kurir Diciduk
Pemprov DKI Jakarta Teken MoU dengan BPKP, Buka Akses Audit Tanpa Batas
Ancaman Penyakit Tidak Menular yang Menghantui Usia Muda
Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:00 WIB

Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:48 WIB

TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:09 WIB

Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:53 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran 3.000 Butir Ekstasi di Jakarta Barat, 2 Kurir Diciduk

Berita Terbaru