Transparansi Jadi Kunci, Skandal Naturalisasi Malaysia Jadi Sorotan Dunia

Minggu, 28 September 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain naturalisasi timnas Malaysia. Dok: Instagram/famalaysia

Pemain naturalisasi timnas Malaysia. Dok: Instagram/famalaysia

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) diguncang badai besar. FIFA resmi menjatuhkan sanksi keras akibat dugaan manipulasi dokumen naturalisasi tujuh pemain asing.

Hukuman ini bukan hanya soal kerugian finansial, tapi juga mempermalukan sepak bola Malaysia di mata dunia.

Alih-alih membongkar data, FAM justru mencoba mengalihkan isu. Mereka menuding ada sabotase FIFA untuk menutupi isu lain, termasuk desas-desus soal pengusiran Israel dari UEFA dan Piala Dunia.

FAM juga menyinggung pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan sejumlah delegasi negara, termasuk Indonesia, di New York.

Baca Juga :  Jay Idzes Disorot FIFA, Sang Kapten Tembok Baja Garuda Lawan Arab Saudi

Namun sikap itu dianggap blunder. Publik Malaysia balik mencibir karena FAM dianggap tak serius menjawab tuduhan utama: dokumen naturalisasi cacat.

Jurnalis Malaysia Kritik Pedas

Jurnalis kenamaan, Keesh Sundaresan, melayangkan kritik tajam. Menurutnya, FAM harus berhenti mengelak dan membuka dokumen garis keturunan tujuh pemain itu secara transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œKalau FAM yakin ini sabotase, buka semua data! Tunjukkan dokumen asli pemain. Biarkan publik yang menekan FIFA, bukan malah bersembunyi,” tegas Keesh lewat akun X, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga :  Debt Collector Dilarang Tagih Pinjol Lebih dari 90 Hari, Ini Aturan OJK Terbaru

Keesh menilai, hanya transparansi yang bisa menyelamatkan reputasi FAM sekaligus memulihkan kepercayaan fans.

Banding Jadi Penentu

Kini nasib tujuh pemain naturalisasi itu masih abu-abu. Banding FAM ke FIFA sedang diproses, namun kepercayaan publik runtuh.

Banyak pihak menyoroti bahwa Malaysia harus meniru Indonesia, yang mewajibkan naturalisasi lewat sidang DPR RI dengan dokumen sah dan garis keturunan jelas.

Skandal ini membuat kredibilitas FAM di ujung tanduk. Jika gagal membuktikan keabsahan dokumen, sanksi FIFA bisa semakin berat, termasuk larangan tampil di ajang internasional. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putin Kunjungi China Rayakan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan
Bandar Sabu Aek Kanopan Masuk DPO BNN, Wawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Labura
Polres Jakut Bongkar 8 Kasus Curanmor dan Curas, Komplotan Ngaku Polisi Narkoba Ditangkap
WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional
Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz
Rumania: INSP Pastikan Bukan Strain Andes dari Kapal Pesiar
Bareskrim Tahan AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasus Narkoba Kutai Barat Terus Dikembangkan
Putin dan Xi Jinping Perkuat Kemitraan Strategis di Hari Jadi ke-25

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:24 WIB

Putin Kunjungi China Rayakan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:23 WIB

Bandar Sabu Aek Kanopan Masuk DPO BNN, Wawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Labura

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:55 WIB

Polres Jakut Bongkar 8 Kasus Curanmor dan Curas, Komplotan Ngaku Polisi Narkoba Ditangkap

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:19 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Saat Teheran Perketat Cengkeraman di Hormuz

Berita Terbaru

Kemitraan strategis tanpa batas. Presiden Vladimir Putin memulai kunjungan dua hari ke China untuk mempererat hubungan ekonomi dan politik dengan Presiden Xi Jinping, menandai perayaan seperempat abad traktat persahabatan kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putin Kunjungi China Rayakan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:24 WIB

Situasi darurat global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

WHO Tetapkan Wabah Ebola di DRC sebagai Darurat Internasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:22 WIB