Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Korban Tewas Bertambah Jadi 13 Orang

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemulangan jenazah Muhammad Soleh, santri Ponpes Al-Khoziny, ke Bangka Belitung. Dok: Istimewa

Pemulangan jenazah Muhammad Soleh, santri Ponpes Al-Khoziny, ke Bangka Belitung. Dok: Istimewa

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo terus menelan korban jiwa! Tim gabungan, Jumat (3/10/2025), mengevakuasi tiga jenazah baru sehingga total korban meninggal kini mencapai 13 orang.

Proses evakuasi hari keempat membuahkan delapan jenazah yang langsung dibawa ke RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya. Warga, tim medis, dan relawan dibuat haru saat kantong jenazah tiba silih berganti.

Pantauan POS KOTA menunjukkan, kantong jenazah kedelapan tiba pukul 18.03 WIB, kantong ketujuh pukul 17.49 WIB, dan kantong keenam pukul 17.46 WIB. Sebelumnya, jenazah kelima, keempat, ketiga, serta dua jenazah pertama sudah tiba sejak pagi.

Baca Juga :  Dilema Energi Dunia: Candu Batubara dan Janji Mahal Teknologi

Hingga sore ini, total korban yang dievakuasi mencapai 116 orang, dengan 103 selamat. Keluarga korban, tim medis, dan warga menahan duka mendalam di lokasi kejadian.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memantau kedatangan jenazah keenam dan ketujuh. Wajahnya tampak sayu saat tangan menempel di dada menyaksikan jenazah diturunkan dari ambulans. “Ya Allah,” lirih Khofifah, menahan tangis menyaksikan peristiwa pilu itu.

Baca Juga :  Trump di Nigeria: Siapa Sebenarnya yang AS Bombardir?

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Pengawasan bangunan dan keselamatan santri di Ponpes harus ditingkatkan agar tragedi serupa tidak terulang. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB