Proposal Damai AS-Ukraina Dipangkas Jadi 19 Poin, Zelenskyy Siap Terbang ke AS

Selasa, 25 November 2025 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angin segar dari Jenewa! Rencana damai kontroversial 28 poin kini menyusut jadi 19 poin. Zelenskyy bersiap temui Trump untuk finalisasi kesepakatan. Dok: Istimewa.

Angin segar dari Jenewa! Rencana damai kontroversial 28 poin kini menyusut jadi 19 poin. Zelenskyy bersiap temui Trump untuk finalisasi kesepakatan. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Tekanan diplomatik yang mencekik Kyiv perlahan mulai mengendur. Amerika Serikat dan Ukraina berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi damai di Jenewa, Swiss, akhir pekan lalu.

Kedua belah pihak sepakat memangkas “proposal damai” yang sebelumnya berjumlah 28 poin menjadi kerangka kerja 19 poin yang lebih ringkas. Kabar baiknya, banyak ketentuan kontroversial dalam draf awal telah mengalami revisi total.

Sebelumnya, rencana awal Trump menuntut Ukraina menyerahkan wilayah timur dan melupakan ambisi masuk NATO. Namun, draf baru ini tampaknya lebih mengakomodasi posisi Ukraina.

Dari “Kode Merah” Menjadi Fleksibel

Perubahan drastis ini membawa angin segar bagi Kyiv. Oleksandr Bevz, pejabat Ukraina yang hadir di Jenewa, menyebutkan bahwa tenggat waktu Kamis (Thanksgiving) yang Trump tetapkan kini lebih fleksibel.

“Ini bukan lagi ‘kode merah’. Hal yang lebih penting adalah mematangkan teks kesepakatan,” ujar Bevz.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Sergiy Kyslytsya menegaskan perbedaan tajam draf baru ini. Menurutnya, dokumen revisi tersebut hampir tidak memiliki kemiripan dengan versi bocoran 28 poin yang memicu kemarahan Eropa.

Baca Juga :  Pengemudi Ngaku Pikiran Kosong, Mobil BYD Tabrak Kios dan Lukai 5 Warga di Tanjung Priok

“Sangat sedikit hal yang tersisa dari versi aslinya,” ungkap Kyslytsya. Artinya, poin-poin berat yang memaksa Ukraina menyerah tampaknya telah mereka hapus atau lunakkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zelenskyy Siap Temui Trump

Momentum positif ini berlanjut dengan rencana pertemuan tingkat tinggi. Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, mengonfirmasi kabar penting pada Senin (25/11/2025).

Presiden Volodymyr Zelenskyy berencana terbang ke Amerika Serikat pada bulan November ini. Tujuannya jelas, ia ingin bertemu langsung dengan Donald Trump untuk menyelesaikan langkah-langkah kunci kesepakatan damai.

“Kami berharap dapat mengatur kunjungan Presiden Ukraina ke AS pada tanggal yang paling cocok,” tulis Umerov di media sosial.

Bahkan, Trump sendiri mulai melunakkan retorikanya. Awalnya, ia mengkritik Ukraina karena kurang bersyukur. Namun, ia kemudian memberikan sinyal optimis melalui platform Truth Social miliknya.

Baca Juga :  Langit Kyiv Membara Jelang Negosiasi: Rusia Luncurkan 600 Drone, Delegasi Ukraina Terbang ke AS

“Jangan percaya sampai Anda melihatnya, tetapi sesuatu yang baik mungkin baru saja terjadi,” tulis Trump.

Eropa Ikut Campur Tangan

Revisi besar-besaran ini tidak lepas dari peran sekutu Eropa. Tercatat, perwakilan dari Inggris, Jerman, dan Prancis turut mengajukan proposal tandingan.

Mereka menolak keras syarat-syarat yang terlalu memberatkan Kyiv dalam rencana awal. Oleh karena itu, negosiasi di Jenewa melibatkan pembicaraan intensif antara delegasi Ukraina dengan penasihat keamanan nasional dari ketiga negara Eropa tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Kepala Kantor Zelenskyy, Andriy Yermak, memimpin langsung delegasi masing-masing. Hasilnya, Gedung Putih menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan “kemajuan yang berarti”.

Meskipun demikian, isu-isu paling sensitif masih belum tuntas. Nantinya, keputusan final mengenai poin-poin krusial tersebut akan berada di tangan Trump dan Zelenskyy saat mereka bertemu tatap muka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terbaru

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB