Tarif Trump Makan Korban: Raksasa Baja Kanada Algoma Steel PHK 1.000 Pekerja

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perang dagang memanas! Tarif 50% AS paksa Algoma Steel Kanada pangkas 40% karyawan dan tutup tungku sembur lebih awal. Dok: Istimewa.

Perang dagang memanas! Tarif 50% AS paksa Algoma Steel Kanada pangkas 40% karyawan dan tutup tungku sembur lebih awal. Dok: Istimewa.

ONTARIO, POSNEWS.CO.ID – Badai finansial akibat kebijakan proteksionisme Amerika Serikat (AS) mulai memakan korban nyata di Kanada. Algoma Steel Group resmi melayangkan surat pemberitahuan PHK kepada sekitar 1.000 pekerjanya, Senin (01/12/2025).

Keputusan pahit ini diambil oleh perusahaan baja yang berbasis di Sault Ste. Marie, Ontario tersebut. Pasalnya, mereka tak kuasa menahan gempuran tarif impor 50 persen yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap baja dan aluminium Kanada.

Algoma menyatakan bahwa tarif tersebut telah mengubah lanskap kompetisi secara fundamental. Akibatnya, akses mereka ke pasar AS yang vital menjadi sangat terbatas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tutup Tungku Sembur Lebih Awal

Langkah efisiensi Algoma tidak berhenti pada pengurangan pegawai. Mereka juga memutuskan untuk menutup operasional tungku sembur (blast furnace) dan pembuatan kokas pada awal 2026.

Baca Juga :  Jasa Marga Tutup Sementara 3 Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta, Ini Jadwal Lengkapnya

Penutupan ini sebenarnya merupakan bagian dari transisi perusahaan menuju teknologi Electric Arc Furnace (EAF). Namun, tekanan eksternal yang luar biasa memaksa manajemen mempercepat rencana tersebut satu tahun lebih awal dari jadwal semula.

“Algoma terpaksa mengakhiri sejarah panjangnya sebagai produsen baja terintegrasi,” ujar Laura Devoni, Wakil Presiden SDM Algoma.

Pukulan Telak Bagi Tenaga Kerja

PHK massal ini akan berlaku efektif mulai 23 Maret 2026. Tercatat, 1.000 karyawan yang terdampak merepresentasikan 40 persen dari total tenaga kerja penuh waktu perusahaan.

Kabar ini tentu menjadi guncangan hebat bagi komunitas Sault Ste. Marie. Faktanya, Algoma adalah salah satu pemberi kerja terbesar di wilayah tersebut dengan total 2.700 pegawai.

Perusahaan berjanji akan bekerja sama dengan serikat pekerja dan mitra pemerintah. Tujuannya, mereka ingin memberikan layanan transisi dan dukungan bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Baca Juga :  Dilema ASEAN: Terjepit di Antara Payung Keamanan AS dan Magnet Ekonomi Tiongkok

Beralih ke Pasar Domestik

Kinerja keuangan Algoma memang sedang tertekan hebat. Penjualan kuartal ketiga mereka anjlok 13 persen. Bahkan, perusahaan harus menanggung biaya tarif langsung sebesar CA$89,7 juta.

Sebelumnya, pemerintah federal dan provinsi telah menyuntikkan pinjaman lunak senilai CA$500 juta pada September lalu. Sayangnya, bantuan itu tampaknya belum cukup untuk membendung dampak perang tarif.

CEO Algoma, Michael Garcia, menegaskan perubahan strategi perusahaan. Meskipun Kanada dan AS nantinya mencapai kesepakatan baja baru, Algoma tidak akan kembali ke model bisnis lama.

Kini, mereka akan memutar haluan produksi. Algoma fokus menyasar permintaan domestik di sektor pertahanan, infrastruktur, dan energi. Dengan begitu, mereka berharap bisa mengurangi ketergantungan pada pasar lintas batas yang kian tidak pasti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen
Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang
Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran
Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru
Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad
Donald Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Kim Jong Un
PM Israel Benjamin Netanyahu Targetkan Turki di Suriah
Andy Burnham Luncurkan Program Penanganan Tunawisma

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB