Aliansi De Facto China-Rusia-Korea Utara: Ancaman Baru Keamanan Asia Timur Laut

Minggu, 23 November 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China, Rusia, dan Korut membentuk

China, Rusia, dan Korut membentuk "aliansi de facto" yang meresahkan. Laporan pertahanan Jepang peringatkan potensi konflik terbuka di Asia Timur Laut. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – – Peta geopolitik Asia Timur Laut sedang mengalami pergeseran drastis. China, Rusia, dan Korea Utara kini membentuk sebuah “aliansi de facto” yang solid.

Temuan ini terungkap dalam laporan tahunan Institut Nasional Studi Pertahanan Jepang (NIDS), sebuah wadah pemikir di bawah Kementerian Pertahanan Jepang. Laporan yang rilis pada Rabu (20/11/2025) tersebut membunyikan alarm bahaya bagi keamanan regional.

Akibatnya, persaingan antara blok ini dengan kerangka keamanan pimpinan Amerika Serikat (AS) kian memanas. Jepang dan Korea Selatan, sebagai sekutu utama AS, berada di garis depan ketegangan ini.

Sinyal Kuat dari Parade Militer

Indikasi aliansi ini terlihat sangat nyata pada 3 September lalu di Beijing. Saat itu, Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampil bersama di panggung utama.

Mereka menghadiri parade militer masif untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Dunia II. Momen tersebut mengirimkan pesan simbolis yang kuat kepada dunia Barat.

Baca Juga :  Jabodetabek Diguyur Hujan Seharian, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk

Masayuki Masuda, penulis utama laporan NIDS, memberikan analisis tajam. “China mengirim sinyal ke belahan dunia lain lewat latihan gabungan dan patroli bersama Rusia,” ujarnya.

Menurutnya, Beijing tidak hanya menggertak. Mereka sekaligus sedang menguji kemampuan operasional militernya sendiri secara real-time.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peran Pasukan Korut dan Senjata Nuklir

Laporan tersebut juga menyoroti manuver militer yang agresif. China terus memperkuat hubungan militer dengan Rusia. Di sisi lain, Beijing membiarkan Korea Utara mengirim pasukan untuk membantu perang Rusia di Ukraina.

Taktik Rusia pun kian meresahkan. Faktanya, Moskow menggunakan strategi “penebar ketakutan” untuk membuat negara-negara Barat gentar. Contohnya, mereka menempatkan senjata nuklir taktis di Belarus dan melibatkan tentara Korut di medan perang Eropa.

Imbasnya, kemesraan Moskow-Pyongyang membawa dampak buruk bagi stabilitas nuklir. Laporan itu memperingatkan bahwa kerja sama ini justru memperkuat program nuklir dan rudal Korea Utara.

Baca Juga :  Xi Jinping Sambut Raja Tonga di Beijing: Pererat Strategi Pembangunan dan Dukung Satu China

“Kemitraan ini mempersulit upaya China untuk mendorong denuklirisasi Korea Utara,” tulis laporan tersebut.

Ketegangan Jepang-China Memuncak

Laporan ini muncul di tengah situasi diplomatik yang rapuh. Pasalnya, hubungan Jepang dan China memanas pasca komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.

PM Takaichi yang dikenal pro-Taiwan sebelumnya menyinggung soal “kontingensi”. Ia menyebut potensi keterlibatan Tokyo jika terjadi konflik antara Beijing yang dipimpin Komunis dan pulau demokratis tersebut.

Tentu saja, pernyataan itu memicu kemarahan Beijing. China memandang isu Taiwan dan Laut China Selatan sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional mereka.

Pada akhirnya, laporan NIDS menyimpulkan satu hal pasti. Kerja sama pertahanan trilateral China-Rusia-Korut meningkatkan ketidakpastian keamanan di Indo-Pasifik secara drastis. Jepang kini harus bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Kyodo

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Kapal Perikanan Mangkrak Diangkut Ditpolairud, Pelabuhan Muara Angke Jadi Lebih Tertib
Kunjungan PM Australia Anthony Albanese ke Indonesia, Pengalihan Lalu Lintas Jakarta 5–7 Februari
Waspada Hujan Lebat Jabodetabek 5–6 Februari 2026, BMKG Keluarkan Status Siaga
Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam
OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan
Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan
Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan
Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:53 WIB

12 Kapal Perikanan Mangkrak Diangkut Ditpolairud, Pelabuhan Muara Angke Jadi Lebih Tertib

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:23 WIB

Kunjungan PM Australia Anthony Albanese ke Indonesia, Pengalihan Lalu Lintas Jakarta 5–7 Februari

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:01 WIB

Waspada Hujan Lebat Jabodetabek 5–6 Februari 2026, BMKG Keluarkan Status Siaga

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:29 WIB

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:04 WIB

OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan

Berita Terbaru