Diskotek di Denpasar Jadi Sarang Ekstasi, Bareskrim Polri Amankan Ratusan Pil XTC

Senin, 16 Maret 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Bareskrim Polri mencabut police line di New Star Club, Denpasar, Bali, setelah perkara peredaran narkoba dilimpahkan ke Kejaksaan. (Posnews/Bareskrim Polri)

Penyidik Bareskrim Polri mencabut police line di New Star Club, Denpasar, Bali, setelah perkara peredaran narkoba dilimpahkan ke Kejaksaan. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri membongkar praktik peredaran narkotika di New Star Club di Denpasar, Bali.

Dalam operasi tengah malam yang berlangsung dramatis, polisi menangkap tiga tersangka dan menyita ratusan butir ekstasi yang diduga diedarkan kepada para pengunjung tempat hiburan malam tersebut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas peredaran narkoba yang telah berlangsung cukup lama di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti informasi itu, tim Subdit IV Dittipidnarkoba bersama Satgas NIC langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Operasi Penyamaran Bongkar Jaringan Narkoba Diskotek

Selanjutnya, tim gabungan yang dipimpin Kombes Pol Handik Zusen dan Kombes Pol Kevin Leleury melakukan operasi penyamaran sebagai pengunjung klub.

Langkah ini dilakukan untuk membongkar jaringan narkoba yang diduga beroperasi secara rapi di dalam tempat hiburan malam tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, menjelaskan operasi penindakan berlangsung pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 00.30 WITA di New Star Club yang berlokasi di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis ekstasi. Ketiga tersangka yakni Muhammad Rokip, I Wayan Subawa, dan I Gusti Bagus Adi Pramana.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ketiganya memiliki peran berbeda dalam jaringan peredaran narkotika yang menyasar para pengunjung diskotek,” ungkap Brigjen Eko, Senin (16/3/2026).

Undercover Buy Berujung Penangkapan

Pengungkapan kasus ini bermula ketika anggota polisi yang menyamar sebagai pengunjung memesan ruang karaoke VIP di dalam klub.

Selanjutnya, petugas melakukan transaksi terselubung dengan memesan 12 butir ekstasi kepada pelayan yang bertugas di room VIP tersebut.

Pesanan itu kemudian diteruskan kepada Captain Room bernama Muhammad Rokip. Tak lama kemudian, Rokip masuk ke dalam room VIP untuk menyerahkan ekstasi yang dipesan.

Baca Juga :  Sidang Penikaman Belfast: Hadi Alodid Menghadapi Dakwaan

Namun saat transaksi berlangsung, tim Bareskrim langsung bergerak cepat melakukan penindakan. Polisi segera mengamankan Rokip beserta barang bukti narkotika yang dibawanya.

600 Butir Ekstasi Disita, Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Bali
600 Butir Ekstasi Disita, Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Bali

Polisi Sita Ratusan Butir Ekstasi

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka, polisi menemukan 38 butir ekstasi merek LV berwarna pink. Rinciannya terdiri dari 25 butir dalam plastik klip dan 13 butir yang dibungkus tisu.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang lain seperti uang tunai, beberapa telepon genggam, serta barang pribadi yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Namun penyelidikan tidak berhenti di situ. Polisi kemudian mengembangkan kasus dengan memeriksa sepeda motor milik tersangka yang terparkir di area klub.

Hasilnya cukup mengejutkan. Petugas menemukan 600 butir ekstasi yang disembunyikan di dalam jok kendaraan tersebut.

Manajer Klub Diduga Terlibat

Setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, polisi juga mengamankan seorang waiters bernama I Gusti Bagus Adi Pramana. Ia diduga berperan dalam proses pemesanan narkotika kepada jaringan pengedar.

Dari hasil interogasi, polisi mendapatkan informasi bahwa ekstasi tersebut berasal dari manajer room New Star Club, yakni I Wayan Subawa.

Berdasarkan keterangan itu, polisi kemudian mengamankan Subawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap bahwa peredaran narkotika di klub malam tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pria bernama Opik yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Modus Tempel untuk Hindari Polisi

Dalam praktiknya, jaringan ini menggunakan metode “tempel” untuk menghindari pengawasan aparat.

Kurir misterius mengantarkan narkotika menggunakan sepeda motor dan meletakkannya di dekat mesin pompa air di area parkir karyawan.

Selanjutnya, barang tersebut diambil oleh pelaku untuk diedarkan kepada para pengunjung klub malam.

Para pelaku diketahui mendapat keuntungan sekitar Rp70 ribu dari setiap butir ekstasi yang berhasil dijual. Uang tersebut kemudian dibagi dengan jaringan pengedar lainnya yang masih buron.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar

Bahkan, berdasarkan pemeriksaan awal, sejumlah oknum manajemen operasional tempat hiburan malam diduga ikut menerima bagian dari hasil penjualan narkotika tersebut.

Puluhan Pengunjung Diamankan

Dalam operasi tersebut, polisi juga melakukan penggeledahan di sejumlah room karaoke. Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan 43 pengunjung yang terdiri dari 28 laki-laki dan 15 perempuan.

Dari jumlah itu, tujuh orang kedapatan membawa narkotika dengan barang bukti ekstasi dalam jumlah kecil.

Selain itu, hasil tes urine awal menunjukkan sebanyak 24 pria dan 13 perempuan terindikasi positif menggunakan narkotika.

Selanjutnya para pengunjung yang diamankan dibawa ke kantor BNNP Bali untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan proses asesmen.

Klub Malam Berizin Diduga Jadi Sarang Narkoba

Polisi juga menemukan fakta bahwa tempat hiburan malam tersebut memiliki izin usaha resmi dari Pemerintah Kota Denpasar sejak 2014. Usaha itu tercatat atas nama perusahaan CV Cahaya Bintang Makmur.

Meski memiliki legalitas resmi, tempat hiburan tersebut diduga dimanfaatkan sebagai lokasi distribusi narkotika secara sistematis kepada para pengunjung.

Atas temuan tersebut, tim Bareskrim langsung memasang garis polisi di area New Star Club untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Tempat hiburan malam yang dijadikan lokasi peredaran narkoba akan kami tindak tegas,” tegas Brigjen Eko.

Saat ini, penyidik Bareskrim Polri masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Polisi juga melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap telepon genggam para tersangka serta menelusuri kemungkinan adanya aliran dana yang mengarah pada tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras bagi jaringan narkoba yang mencoba memanfaatkan tempat hiburan malam sebagai ladang bisnis haram.

Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika yang merusak generasi muda Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grand Max Bawa BBM Terbakar di Tanjung Senang, Polisi Dalami Dugaan Pengecoran
Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Aksi Pencuri Berubah Maut, IRT di Lampung Selatan Ditusuk Saat Tidur Bersama Anak
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Satpam Curi 1.700 Ompreng MBG untuk Beli Sabu

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:08 WIB

Aksi Pencuri Berubah Maut, IRT di Lampung Selatan Ditusuk Saat Tidur Bersama Anak

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang

Berita Terbaru

Solusi gaming 1080p hemat energi. AMD merilis GPU Radeon RX 9050 berarsitektur RDNA yang hanya mengonsumsi daya 92 Watt. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Meluncurkan Kartu Grafis Radeon RX 9050

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Bencana dahsyat di barat daya Jepang. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, merenggut 14 nyawa warga dan memicu ledakan di pusat perbelanjaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:30 WIB

Bocoran unik gawai Microsoft. Seorang pengguna internet mengaku menemukan dan menguji prototipe Surface Laptop Ultra bertenaga APU NVIDIA RTX Spark N1X. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netizen Temukan Prototipe Surface Laptop Ultra di Pinggir Jalan

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:16 WIB