Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Beda, Kemenag Imbau Ikuti Keputusan Pemerintah

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag Prediksi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H, Pemerintah Tunggu Isbat. (Posnews/Ist)

Kemenag Prediksi Perbedaan Awal Ramadan 1447 H, Pemerintah Tunggu Isbat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tidak terasa bulan Februari 2026 akan memasuki bulan Ramadan. Kementerian Agama (Kemenag) memprediksi kemungkinan perbedaan tanggal awal puasa Ramadan 1447 Hijriah.

Meski begitu, pemerintah menegaskan tetap menunggu hasil sidang isbat sebagai penentu resmi.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan, kalender Hijriah pemerintah dan beberapa ormas menunjukkan awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026.

Baca Juga :  Kapolres Jakbar Bagi-Bagi Bendera di Tomang, Warga: Merdeka Banget, Pak!

Namun, pemerintah akan menunggu pelaksanaan isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.

“Sementara itu, ormas Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 melalui maklumat resmi mereka,” ungkap Thobib, Minggu (11/1/2026).

Akibat perbedaan ini, kemungkinan tanggal awal Ramadan akan bervariasi di Indonesia. Thobib menegaskan, hal tersebut merupakan fenomena yang biasa terjadi.

Baca Juga :  Ramadan 2026 Jatuh Februari, Ini Penjelasan Awal Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

“Kami tetap mengimbau masyarakat mengikuti keputusan pemerintah, agar persatuan dan ketertiban terjaga,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Kemenag membuka ruang bagi masyarakat yang memilih mengikuti awal Ramadan berbeda.

Thobib meminta semua pihak menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di tengah perbedaan tersebut.

“Jika terjadi perbedaan, mari tetap jaga kerukunan dan kesatuan bangsa,” tutup Thobib.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB