Bareskrim Bongkar TPPU Raksasa, Rp124 Miliar Diputar Lewat Rekening Siluman

Sabtu, 18 April 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Berigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Berigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus membongkar praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) skala besar yang dijalankan sindikat narkoba jaringan Andre Fernando alias “The Doctor” dan Hendra Lukmanul Hakim alias Pakcik.

Terbaru, penyidik menemukan aliran dana fantastis yang diputar melalui rekening proxy atau rekening pihak ketiga. Modus ini sengaja digunakan untuk memutus jejak antara pembeli dan bandar narkoba.

Hasil analisis perbankan menunjukkan total arus dana masuk mencapai Rp124.052.487.704,97 dari 2.134 transaksi. Angka ini menggambarkan betapa masifnya operasi keuangan jaringan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Canggih: Pecah Transaksi hingga Samarkan Transfer

Sindikat ini tidak bekerja sembarangan. Mereka menggunakan teknik “structuring” atau memecah transaksi dalam nominal kecil agar lolos dari radar otoritas.

Selain itu, mereka juga menerapkan “layering”, yakni menyamarkan transaksi dengan keterangan palsu seperti pembelian kendaraan, cicilan, hingga label amal.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya masih terus mendalami aliran dana ini.

“Data masih dinamis dan terus kami audit. Kami juga berkoordinasi lintas instansi untuk menelusuri TPPU jaringan ini,” tegasnya, Sabtu (18/4/2026).

4 Rekening Utama Jadi Mesin Uang Sindikat

Bareskrim mengungkap empat rekening utama yang menjadi jalur perputaran uang haram tersebut.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Prabowo Minta Operasi Modifikasi Cuaca Jabodetabek Diperluas

     1. Rekening Lusiana: Rp81,9 Miliar

Rekening atas nama Lusiana menjadi jalur utama perputaran dana. Total uang yang masuk mencapai Rp81,9 miliar dari 946 transaksi.

Yang mencengangkan, transaksi dilakukan berulang dengan nominal Rp99.999.999 hingga 445 kali. Modus ini jelas untuk menghindari deteksi sistem perbankan.

Lusiana sendiri hanya “dipinjam namanya”. Ia menerima imbalan Rp1 juta untuk membuka rekening dan menyerahkan aksesnya ke sindikat.

     2. Rekening Teuku Zahrul: Rp35,1 Miliar

Rekening ini langsung digunakan oleh Hendra alias Pakcik sebagai pemasok utama sabu.

Dana yang masuk mencapai Rp35,1 miliar dari 426 transaksi. Namun, transaksi disamarkan dengan keterangan palsu seperti “DP BMW”, “DP Venturer”, hingga “cicilan hutang”.

Cara ini dilakukan agar transaksi terlihat seperti aktivitas normal, padahal merupakan pembayaran narkoba.

     3. Rekening Muhammad Riiki: Rp3,9 Miliar

Rekening ini dikendalikan langsung oleh Andre Fernando alias The Doctor. Fungsinya untuk menampung uang awal dari pembeli sebelum diteruskan ke pemasok.

Total dana masuk tercatat Rp3,9 miliar dari 108 transaksi. Menariknya, rekening ini dibeli sindikat seharga Rp5 juta lengkap dengan ATM dan ponsel.

Baca Juga :  Operasi Besar-besaran di Jakarta, 600 Petugas Buru Parkir dan Jukir Liar

Namun, penggunaannya dihentikan setelah saldo tersisa dicuri oleh pemilik asli rekening.

     4. Rekening Dede Ela: Rp3 Miliar

Rekening ini dikuasai oleh pengelola keuangan jaringan, Charles Bernado alias Charlie.

Total dana yang mengalir mencapai Rp3 miliar dari 654 transaksi. Pemilik rekening, Dede Ela, mengaku menyerahkan identitasnya karena terdesak ekonomi dan mendapat bayaran Rp2 juta.

Tiga Klaster Besar Sindikat Narkoba Terungkap

Tak hanya satu jaringan, Bareskrim juga mengidentifikasi tiga klaster besar dalam kasus ini, yaitu:

  • Sindikat Erwin Iskandar alias Koko Erwin
  • Sindikat Andre Fernando alias The Doctor
  • Sindikat Hendra Lukmanul Hakim alias Pakcik

Ketiga jaringan ini saling terhubung dalam rantai distribusi dan pencucian uang narkoba.

Perburuan Belum Selesai

Meski aliran dana sudah terkuak, penyidikan belum berhenti. Polisi masih memburu aset lain yang diduga berasal dari hasil kejahatan narkotika.

Kasus ini menjadi bukti bahwa sindikat narkoba kini semakin canggih. Mereka tak hanya bermain di lapangan, tetapi juga lihai memutar uang untuk menghilangkan jejak.

Bareskrim memastikan akan terus menelusuri setiap rupiah yang mengalir. Targetnya jelas: memutus rantai kejahatan dari hulu hingga ke akar-akarnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi
Polisi Amankan 3 Pelaku Bentrokan Menteng, 15 Orang Diperiksa
Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diselidiki Polda Metro Jaya
Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan
Data Pusiknas Bareskrim: Penganiayaan Geser Pencurian, Kriminalitas Naik 8,3 Persen
Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga
KPK Temukan Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu
Bandar Haradongan Simanjuntak Ditangkap, Bareskrim Kejar Pemasok Narkoba dari Medan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Misteri Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:04 WIB

Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diselidiki Polda Metro Jaya

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Data Pusiknas Bareskrim: Penganiayaan Geser Pencurian, Kriminalitas Naik 8,3 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:59 WIB

Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga

Berita Terbaru

Lompatan teknologi videografi profesional. Sony meluncurkan kamera Cinema Line FX5 yang membawa sensor full-frame 18,2 MP dan perekaman open gate 5K. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Resmi Meluncurkan Kamera Cinema Line FX5

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:36 WIB

Solusi komputasi serbabisa. TECNO merilis laptop MEGABOOK K14S di Indonesia yang menawarkan performa hingga Intel Core i9 serta sembilan port fisik lengkap. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TECNO Resmi Meluncurkan MEGABOOK K14S Bertenaga Core i9

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:31 WIB

Lompatan terbesar seri POVA. TECNO merilis POVA 8 5G bertenaga Dimensity 7100, baterai raksasa 8.000 mAh, serta fitur lampu interaktif Alive Matrix Display. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Baterai Monster 8.000 mAh dan Layar AMOLED 144 Hz

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:00 WIB