JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tiga pekerja proyek jalan tol tak pernah menyangka pekerjaan mereka pada Rabu (9/9/2026) malam berubah menjadi tragedi.
Saat tengah menjalankan pekerjaan di Tol Wiyoto Wiyono, kendaraan operasional Citra Marga yang mereka gunakan tiba-tiba dihantam truk tronton.
Benturan itu menewaskan tiga pekerja. Dua pekerja lainnya juga terluka dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 23.40 WIB tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa itu berlangsung di KM 20.200 jalur A, arah Tanjung Priok menuju Pluit, Jakarta Utara.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Brata Manggala mengatakan truk dikemudikan FYA (28).
Menurut keterangan awal polisi, kecelakaan bermula ketika pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.
“Setiba di Km 20.200 jalur A, pengemudi mengalami microsleep dan menabrak traffic cone, dilanjutkan menabrak kendaraan kedua, mobil proyek Citra Marga beserta pekerja proyek yang sedang mengerjakan proyek jalan tol,” kata Rieki kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Tiga Nyawa Melayang
Kerasnya benturan membuat tiga pekerja tidak dapat diselamatkan.
Mereka adalah Suroto, petugas pengawas beton dan pemeliharaan, kemudian Yunus. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara Baharudin sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya akhirnya tak tertolong dan dia meninggal dunia di Rumah Sakit Koja.
“Suroto meninggal di lokasi kejadian, Yunus meninggal di lokasi kejadian, Baharudin meninggal di Rumah Sakit Koja,” ujar Rieki.
Di tengah kepanikan, dua pekerja lainnya juga menjadi korban. Akbar mengalami keseleo dan luka lecet setelah terjatuh ke kali Ancol yang berada di bawah kolong tol.
Sedangkan Sugito mengalami luka pada punggung, kepala, tangan, dan kaki kanan. Keduanya mendapat penanganan medis setelah kecelakaan.
Berawal dari Microsleep
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap secara utuh kecelakaan tersebut.
Dugaan microsleep menjadi perhatian karena pengemudi dapat kehilangan kesadaran dalam waktu singkat. Kondisi itu sangat berbahaya, terutama ketika kendaraan berat melaju di jalan tol.
Satu detik saja pengemudi kehilangan konsentrasi, kendaraan dengan bobot besar bisa berubah menjadi ancaman bagi pengguna jalan maupun pekerja yang sedang berada di sekitar ruas tol.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa rasa kantuk tidak boleh dianggap sepele.
Pengemudi yang mulai kehilangan fokus seharusnya segera mencari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat. Memaksakan perjalanan demi mengejar waktu justru dapat membawa risiko yang jauh lebih besar.
Polisi Selidiki Kecelakaan
Petugas kepolisian masih menangani kecelakaan tersebut. Olah TKP dilakukan untuk memastikan bagaimana truk bisa keluar dari jalurnya hingga menghantam kendaraan proyek yang sedang digunakan para pekerja.
Polisi juga masih mendalami seluruh faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk kondisi pengemudi dan situasi di lokasi kejadian.
Bagi keluarga korban, malam itu tentu meninggalkan duka yang tidak mudah dilupakan. Tiga pekerja yang berangkat untuk menjalankan tugas justru tidak pernah kembali ke rumah. **
Editor : Hadwan













