JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nongkrong tengah malam berubah menjadi petaka.
Seorang pemuda bernama Wahyu Fajar menjadi korban pembacokan setelah didatangi sekelompok remaja bersenjata tajam di kawasan Lagoa, Koja, Jakarta Utara (Jakut).
Serangan itu terjadi saat Wahyu sedang duduk bersama teman-temannya pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa diduga, empat pelaku datang secara bertahap dan membuat suasana malam mendadak mencekam.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
“Korban luka bacok bernama Wahyu Fajar sudah dibawa ke RS Koja. Korban mengalami luka di bagian jari tangan kanan dan kiri serta luka di pinggang belakang,” kata Andry, Kamis (10/9/2026).
Pelaku Cari Pria Bernama Bay
Peristiwa bermula ketika dua pelaku datang menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian menghampiri korban dan teman-temannya.
Kedua pelaku menanyakan keberadaan seorang pria yang mereka panggil “Bay”. Namun, Wahyu mengaku tidak mengenal orang tersebut. Ia juga tidak mengetahui keberadaannya.
Situasi kemudian berubah cepat. Tidak lama berselang, dua pelaku lain datang. Salah seorang di antaranya kemudian menyerang Wahyu menggunakan senjata tajam.
“Tiba-tiba datang dua orang dengan menggunakan sepeda motor bertanya kepada korban, ‘Si Bay mana, Bay?’ Korban menjawab tidak mengenal dan tidak mengetahui. Tidak lama kemudian datang dua pelaku lainnya, yang kemudian salah satu dari pelaku membacok korban,” jelas Andry.
Korban Tak Kenal Para Pelaku
Serangan tersebut membuat Wahyu terluka. Warga dan orang-orang di sekitar lokasi kemudian membawa korban ke RS Koja untuk mendapatkan perawatan.
Menariknya, korban mengaku tidak mengenal satu pun dari pelaku.
Polisi pun belum mengungkap alasan sebenarnya kelompok tersebut mencari “Bay”. Penyidik masih menelusuri apakah penyerangan itu salah sasaran atau berkaitan dengan persoalan lain.
Polisi Buru Empat Pelaku
Polsek Koja bersama Polres Metro Jakarta Utara langsung melakukan penyelidikan. Identitas para pelaku disebut sudah terdeteksi. Namun, polisi masih memburu mereka.
“Pelaku empat orang dalam penyelidikan. Kita sudah penyelidikan gabungan sama Polres terkait hal itu dan sudah terdeteksi pelakunya dan masih dalam pencarian,” ujar Andry.
Polisi kini berupaya menangkap seluruh pelaku sekaligus mengungkap motif penyerangan.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa aksi kelompok bersenjata tajam di tengah permukiman dapat sewaktu-waktu mengancam warga yang tidak terlibat.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Jika melihat kelompok yang membawa senjata tajam atau terlibat keributan, warga sebaiknya segera melapor kepada aparat agar situasi tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas. **
Editor : Hadwan













