Bocah AR Membusuk di Indekos Penjaringan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Senin, 22 September 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim forensik RS Polri Kramat Jati melakukan pemeriksaan jenazah bocah AR. Dok: Istimewa

Tim forensik RS Polri Kramat Jati melakukan pemeriksaan jenazah bocah AR. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian bocah perempuan berinisial AR (8) di Penjaringan, Jakarta Utara, makin bikin geger. Jasadnya ditemukan membusuk, bersimbah darah, di kamar indekos lantai 3. Ayah korban, S (42), yang pertama kali menemukan putrinya.

Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya, menyebut orang tua korban sudah berpisah empat bulan lalu. AR tinggal bersama ibunya, MKR (35), di kos tersebut. Saat jasad ditemukan, sang ibu raib entah ke mana.

Baca Juga :  Truk Jeruk Isi Sabu, Polisi Gulung Penyeludupan 12 Kg Jaringan Aceh–Jawa

“Awalnya ayah korban kangen anaknya, coba hubungi tapi tak ada respons. Ia datang ke kos, lalu bersama warga temukan jasad bocah itu. Setelah itu lapor ke kami,” tegas Agus, Senin (22/9/2025).

Polisi langsung bergerak. Lima saksi yang tinggal di lantai 1 dan 2 sudah diperiksa. Barang bukti rekaman CCTV sekitar lokasi juga diamankan.

“Tim identifikasi Polres Jakarta Utara sudah kumpulkan bukti di TKP. Kami juga koordinasi dengan Labfor, Digital Forensik, hingga Psikologi Forensik untuk ungkap kasus ini,” jelas Agus.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Makin Meluas: 30 RT Terendam, Air Tembus 90 Cm Usai Hujan Deras

Kondisi jasad korban ditemukan sangat mengenaskan. Tubuhnya terlentang bersimbah darah di bagian punggung. Ceceran darah mengering di lantai. Bau busuk menyengat. Kamar kos pun berantakan. Polisi masih memburu jawaban, ke mana sang ibu saat kejadian. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB