JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (6/10/2026) diprakirakan cukup beragam.
Sebagian wilayah cenderung berawan, tetapi potensi hujan masih perlu diwaspadai, terutama di kawasan Bogor dan sejumlah daerah penyangga Jakarta.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan suhu udara di kawasan Jabodetabek berada pada kisaran 22-34 derajat Celsius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu menyesuaikan aktivitas, terutama bagi warga yang bepergian pada siang hingga sore hari.
Untuk wilayah Jawa Barat, BMKG mencatat potensi hujan ringan di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Sementara itu, Bekasi dan Depok cenderung berawan dengan suhu maksimum mencapai 34 derajat Celsius.
Jakarta Cenderung Berawan Tebal
Di DKI Jakarta, kondisi cuaca secara umum diprakirakan berawan tebal. Prakiraan ini berlaku untuk kawasan Jakarta dan perlu menjadi perhatian warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Meski demikian, kondisi berawan tidak berarti hujan tidak mungkin terjadi. Perubahan cuaca lokal tetap dapat berlangsung dalam waktu singkat sehingga masyarakat sebaiknya memantau pembaruan informasi BMKG.
BMKG juga masih memasukkan DKI Jakarta dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode tertentu.
Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan ketika awan mulai tumbuh tebal dan kondisi angin berubah.
Bogor Berpeluang Hujan Ringan
Berbeda dengan Jakarta, wilayah Bogor memiliki peluang hujan yang lebih jelas.
Kabupaten Bogor diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 22-34 derajat Celsius. Sementara Kota Bogor juga berpotensi hujan ringan dengan suhu sekitar 22-33 derajat Celsius.
Kondisi ini perlu diantisipasi pengguna jalan, khususnya pada kawasan yang rawan genangan maupun ruas jalan dengan jarak pandang yang dapat berkurang saat hujan.
Bekasi dan Depok Didominasi Berawan
Sementara itu, cuaca di wilayah Bekasi dan Depok cenderung lebih bersahabat.
Kabupaten Bekasi diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 22-34 derajat Celsius. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Kota Bekasi dengan suhu 22-33 derajat Celsius.
Adapun Kota Depok juga diprakirakan berawan dengan suhu udara sekitar 22-34 derajat Celsius.
Namun, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca mendadak. Hujan lokal dapat tumbuh akibat kondisi atmosfer dan faktor lingkungan setempat.
Tangerang Tetap Perlu Waspada
Wilayah Tangerang dan sekitarnya juga perlu mendapat perhatian karena Banten termasuk wilayah yang masih memiliki potensi peningkatan hujan pada periode 5-8 Oktober 2026.
BMKG memprakirakan cuaca Indonesia pada awal Oktober masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan.
Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang tetap berpeluang terjadi di Banten dan Jawa Barat.
Karena itu, warga Tangerang, Tangerang Selatan, dan wilayah sekitarnya sebaiknya tidak hanya melihat kondisi langit pada pagi hari sebelum menentukan aktivitas hingga sore.
Cuaca Masih Dipengaruhi Kondisi Atmosfer
BMKG menjelaskan kondisi atmosfer Indonesia memasuki Oktober masih relatif kering di sejumlah wilayah. Namun, dinamika atmosfer regional tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.
Di Jabodetabek, kondisi tersebut terlihat dari hujan dengan intensitas lebat yang sebelumnya sempat terjadi di Kabupaten Bogor dan Tangerang Selatan pada akhir September.
BMKG mencatat hujan mencapai 96,1 milimeter per hari di Kabupaten Bogor dan 70 milimeter per hari di Tangerang Selatan pada periode 28-30 September 2026.
Artinya, meskipun musim kemarau masih terasa, hujan dengan intensitas cukup tinggi tetap dapat terjadi dalam waktu singkat.
Warga Diminta Siaga Saat Beraktivitas
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan cuaca sebelum bepergian. Pengguna kendaraan, khususnya sepeda motor, perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun disertai angin kencang.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng, atau wilayah rawan genangan perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan saat beraktivitas di luar ruangan karena kondisi panas dan kering masih dapat terjadi.
Pada saat yang sama, masyarakat diminta menghemat air dan tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. **
Editor : Hadwan













