Derai Air Mata di Ponpes Al Khoziny, Santri Tewas Bertambah Jadi 5 Orang

Kamis, 2 Oktober 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemulangan jenazah Muhammad Soleh, santri Ponpes Al-Khoziny, ke Bangka Belitung. Dok: Istimewa

Pemulangan jenazah Muhammad Soleh, santri Ponpes Al-Khoziny, ke Bangka Belitung. Dok: Istimewa

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Duka makin mendalam. Jumlah korban meninggal akibat reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, bertambah jadi lima orang.

Dari jumlah itu, empat jenazah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, sementara satu lainnya masih menunggu pencocokan data.

Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr Adam Bimantoro, menegaskan bahwa proses identifikasi berjalan ketat agar tidak terjadi kesalahan.

“Empat jenazah sudah kami kenali. Tiga di antaranya langsung kami serahkan kepada keluarga kemarin. Satu lagi baru masuk sore tadi dan sudah berhasil teridentifikasi. Satu jenazah lain masih kami cocokan dengan data keluarga,” ucap dr Adam, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga :  Ribuan Ponpes Terancam Ambruk, BNPB Ungkap Hanya 50 Ponpes yang Punya IMB

Identitas Korban yang Sudah Teridentifikasi:

  1. Maulana Alfan Ibrahimavic (13), warga Kalianyar Kulon, Pabean Cantian, Surabaya.
  2. Muhammad Masudulat (14), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya.
  3. Muhammad Soleh (22), warga Jalan Madura, Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
  4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), warga Putat Jaya, Sawahan, Surabaya.
Baca Juga :  446 Personel Brimob Kembali dari Papua, 41 Diganjar Pin Emas Kapolri

Dr Adam mengakui, proses identifikasi bukan perkara mudah. Tim DVI harus meneliti data medis, sidik jari, hingga keterangan keluarga.

“Kami mohon waktu, karena akurasi lebih penting daripada tergesa-gesa. Kesalahan identifikasi bisa sangat fatal bagi keluarga korban,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi ini membuat suasana duka menyelimuti keluarga besar Ponpes Al Khoziny. Tangis pecah setiap kali jenazah dipulangkan ke rumah duka. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB