POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya layak memenangi Hadiah Nobel Perdamaian.
Namun, ia meragukan keputusan Komite Nobel Norwegia yang akan mengumumkan pemenang pada hari Jumat.
Bahkan, Trump menilai komite tersebut jarang memberikan penghargaan kepada tokoh seperti dirinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak kembali ke Gedung Putih, ia terus menyuarakan kelayakan dirinya meraih penghargaan paling bergengsi dunia.
Selain itu, Trump mengungkit penyerahan medali Nobel milik pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado.
Machado memberikan medali Nobel 2025 kepada Trump pada bulan Januari lalu untuk menggalang dukungan.
Sementara itu, Trump mengklaim telah terlibat dalam penyelesaian delapan konflik global sejak awal masa jabatannya.
Catatan Diplomasi dan Kandidat Terkuat
Pemimpin Kamboja, Israel, dan Pakistan melontarkan klaim bahwa mereka telah mencalonkan Trump.
Namun, pihak independen belum memverifikasi kebenaran informasi pencalonan tersebut.
Bahkan, pertempuran kembali meletus di Republik Demokratik Kongo serta perbatasan Kamboja dan Thailand.
Selain itu, janji Trump untuk menghentikan perang Rusia dan Ukraina belum membuahkan hasil nyata.
Sementara itu, serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu krisis energi global.
Akibatnya, lonjakan harga bahan bakar menekan elektabilitas Trump menjelang pemilu sela bulan November.
Oleh karena itu, para pengamat menempatkan Paus Leo dan Mahkamah Pidana Internasional sebagai kandidat terkuat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













