DPRD DKI Berlakukan Zero Tolerance, THM Terlibat Narkoba Terancam Ditutup

Senin, 19 Januari 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD DKI Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung DPRD DKI Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Peredaran narkotika di Ibu Kota sudah sangat mengkhawatirkan. DPRD DKI Jakarta membuat gebrakan dengan pasang sikap keras terhadap peredaran narkoba.

Dewan mengusulkan pencabutan izin usaha tempat hiburan malam yang terbukti terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Usulan tegas ini bakal dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) P4GN, sebagai wujud kebijakan zero tolerance di Ibu Kota.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menegaskan tempat hiburan malam kerap menjadi titik rawan peredaran narkoba. Karena itu, DPRD mendukung sanksi paling berat, yakni izin dicabut permanen.

“Zero tolerance. Tempat hiburan malam memang banyak terjadi penyalahgunaan narkotika. Itu yang akan kami dukung,” tegas Ima usai rapat paripurna, Senin (19/1/2026).

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek 19–20 November 2025, Warga Diminta Waspada

Tak hanya menyasar tempat hiburan, Raperda P4GN disusun menyusul melonjaknya pengaduan warga. Bahkan, narkoba kini menyusup hingga lingkungan RT/RW, menyasar orang dewasa sampai anak-anak.

“Kasus narkoba sudah masuk permukiman. Ini serius,” ujar Ima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Fraksi Demokrat–Perindo DPRD DKI mengungkap fakta mengkhawatirkan. Sekitar 159 ribu warga Jakarta terpapar narkoba, dengan 137 kawasan rawan peredaran.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Andika Wisnuadji Putra Soebroto, menyebut angka tersebut kemungkinan lebih besar karena peredaran narkoba makin terselubung dan sulit dideteksi.

Baca Juga :  Menkop Tinjau Persiapan Peluncuran 80 Ribu Kopdes Merah Putih, Siap Diresmikan Presiden Prabowo

“Peredaran narkotika kini tak hanya di jalanan, tapi menyusup ke apartemen, indekos, hotel, hingga tempat hiburan malam,” tegas Andika.

Ia menilai narkoba tak sekadar mengancam keamanan, tetapi juga merusak ketahanan keluarga, kualitas SDM, dan kesehatan masyarakat.

Fraksi Demokrat–Perindo pun mengingatkan, kebijakan P4GN tak boleh berhenti pada penindakan. Pendekatan kesehatan dan rehabilitasi harus diperkuat, mengingat pada 2021 hanya 565 korban narkoba yang tersentuh layanan pemulihan.

“Angka itu jauh dari sebanding dengan skala masalah narkotika di Jakarta,” tandas Andika. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB