Jabodetabek Hari Ini Hujan Ringan, Waspadai Petir dan Angin Kencang

Senin, 6 Oktober 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, warga Jakarta menggunakan payung saat hujan mengguyur Ibu Kota.
(Posnews/(iSock)

Ilustrasi, warga Jakarta menggunakan payung saat hujan mengguyur Ibu Kota. (Posnews/(iSock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Langit Jabodetabek hari ini tampak muram. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan akan mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada Senin (6/10/2025).

Meski terlihat sepele, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang bisa datang secara tiba-tiba. Oleh karena itu, warga dihimbau untuk tidak nekat beraktivitas di luar ruangan saat awan mulai pekat.

“Cuaca hari ini cenderung basah dengan kelembapan tinggi. Hujan ringan bisa berubah menjadi hujan deras sewaktu-waktu,” kata prakirawan BMKG, Senin pagi.

Cuaca Jabodetabek 

Jakarta

Dari Kepulauan Seribu hingga Jakarta Timur, langit mendung sejak pagi. Hujan ringan mengguyur secara bergantian, dengan kelembapan udara mencapai 95 persen di Jakarta Barat. BMKG menegaskan bahwa petir bisa muncul tanpa peringatan.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Minggu 1 Februari 2026: Jakarta Diguyur Hujan Ringan, Bekasi Berawan

Bogor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kota Bogor kembali beraksi! BMKG memprediksi hujan ringan dengan suhu 22–29°C dan kelembapan 96 persen. Oleh karena itu, warga disarankan selalu membawa payung atau jas hujan saat keluar rumah.

Depok

Depok juga akan diguyur hujan ringan hingga malam. BMKG mencatat suhu 23–29°C dengan kelembapan tinggi, sementara pengendara diimbau berhati-hati karena jalan licin dan jarak pandang menurun.

Tangerang & Tangsel

BMKG memperkirakan wilayah Tangerang Raya akan basah sejak siang. Suhu udara diprediksi 23–30°C dengan kelembapan hampir 90 persen. BMKG mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir.

Baca Juga :  Korban Tawuran Pelajar di Tomang Jalani Jahitan Kepala, Pelaku Ditangkap Polisi

Bekasi

Bekasi juga akan diguyur hujan ringan secara merata, dengan suhu 23–30°C dan kelembapan 94 persen. BMKG menilai kondisi ini bisa berlanjut hingga dini hari.

Peringatan BMKG

BMKG menegaskan bahwa sejumlah wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Dengan demikian, warga Jabodetabek dihimbau tetap waspada, terutama pada sore hingga malam hari ketika intensitas hujan diprediksi meningkat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB