Kebakaran Maut di Jelambar, Satu Korban Tewas, 3 Luka – Kerugian Capai Rp337 Juta

Senin, 1 Desember 2025 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Damkar Jakarta Barat memadamkan kebakaran rumah tinggal di Jelambar yang menewaskan seorang remaja dan melukai tiga warga. (Posnews)

Petugas Damkar Jakarta Barat memadamkan kebakaran rumah tinggal di Jelambar yang menewaskan seorang remaja dan melukai tiga warga. (Posnews)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Api kembali mengamuk. Kali ini di kawasan padat penduduk di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Besarnya kobaran api memakan korban jiwa dan luka-luka.

Disebutkan satu orang tewas dalam kebakaran rumah tinggal di Jalan Empang Bahagia II No. 27 A, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (1/12/2025) sore.

Kasudin Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri, menyebut korban adalah Zahra (18). “Korban meninggal di RS karena memiliki riwayat asma,” ujar Suheri.

Baca Juga :  Sopir Ketagihan Judol Gasak Uang Majikan Rp600 Juta, Ditangkap di Lampung

Sementara itu, dugaan awal menunjukkan kebakaran dipicu gangguan listrik. Warga melaporkan adanya letupan dari lantai dua sebelum api membesar. Keterangan itu disampaikan Aini, istri pemilik rumah.

“Salah satu penghuni, Arif Setiawan, nekat lompat ke bawah untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan,” ungkapnya.

Petugas menerima laporan pukul 15.41 WIB, tiba enam menit kemudian, dan langsung memulai pemadaman. “Pendinginan pukul 16.25 WIB dan selesai 17.39 WIB,” jelas Suheri.

Sebanyak 17 unit dan 85 personel diterjunkan dari sektor Grogol Petamburan, Pos Duta Mas, Pos Jembatan Besi, Sudin Jakarta Barat, Pos Angke, Pos Krendang, hingga Pati Kendal.

Kebakaran melalap dua rumah dengan luas area terdampak sekitar 240 meter persegi. Kerugian ditaksir mencapai Rp337 juta.

Selain satu korban tewas, tiga warga mengalami luka ringan: Iren (47), Albar (11), dan Asmanizar (70). Seluruh korban dibawa ke RS Sumber Waras. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terbaru

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB