POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Kelompok Houthi memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana keterlibatan militer dalam konflik Yaman.
Pejabat Houthi Mohammed Al Bukhaiti menjanjikan serangan balasan yang cepat dan menyakitkan terhadap seluruh kepentingan Amerika Serikat.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mempertimbangkan opsi bergabung dalam serangan udara koalisi Arab Saudi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, Arab Saudi menghadapi gelombang serangan rudal mematikan yang menargetkan fasilitas minyak dan bandara utama.
Bahkan, serangan di Bandara Internasional Riyadh pekan ini menewaskan 13 orang serta melukai ratusan warga lainnya.
Eskalasi Serangan dan Dampak Penerbangan
Pasukan koalisi Arab Saudi mengklaim berhasil mengintersepsi rudal Houthi yang mengarah ke ibu kota Riyadh.
Namun, ledakan keras tetap menggelegar dan memicu kepanikan warga di sekitar kawasan ibu kota.
Oleh karena itu, pemerintah Arab Saudi mengaktifkan sistem peringatan darurat melalui ponsel pintar seluruh penduduk.
Sementara itu, beberapa maskapai penerbangan internasional seperti Etihad dan Gulf Air membatalkan seluruh jadwal penerbangan.
Selain itu, maskapai Delta asal Amerika Serikat menunda pembukaan rute penerbangan langsung menuju kota Riyadh.
Dengan demikian, krisis keamanan ini mengganggu rantai pasokan energi global dan penerbangan internasional secara signifikan.













