Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global

Kamis, 23 April 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegasan prinsip Satu Tiongkok. Pemerintah Tiongkok memberikan apresiasi kepada negara-negara Afrika yang menolak izin lintas udara bagi pesawat kepresidenan Taiwan. Dok: Istimewa.

Ketegasan prinsip Satu Tiongkok. Pemerintah Tiongkok memberikan apresiasi kepada negara-negara Afrika yang menolak izin lintas udara bagi pesawat kepresidenan Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Tiongkok secara resmi menyambut baik keputusan sejumlah negara Afrika. Selain itu, negara-negara tersebut telah menutup ruang udara mereka bagi pemimpin Taiwan, Lai Ching-te. Dalam konteks ini, Beijing menganggap langkah tersebut sebagai pengakuan nyata terhadap norma dasar hubungan internasional. Oleh karena itu, Tiongkok mempertegas posisi tawar diplomasinya. Langkah ini bertujuan guna memastikan stabilitas kebijakan “Satu Tiongkok” tetap terjaga di seluruh dunia pada tahun 2026.

Apresiasi untuk Kedaulatan Udara Negara Sahabat

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Zhang Han, memberikan taklimat media mengenai pembatalan rencana kunjungan tersebut. Selanjutnya, Zhang secara eksplisit menyatakan apresiasi Beijing terhadap sikap tegas negara-negara terkait. Khususnya, mereka yang menolak memberikan izin terbang (overflight clearance) bagi pesawat kepresidenan Taiwan.

“Tindakan negara-negara tersebut dalam menjunjung tinggi prinsip Satu Tiongkok sangat kami hargai,” ujar Zhang. Menurutnya, insiden ini membuktikan bahwa komunitas internasional telah mencapai konsensus yang kuat mengenai integritas wilayah Tiongkok. Sebagai hasilnya, upaya pemisahan diri Taiwan akan selalu menghadapi hambatan diplomatik sistemik. Terutama, hambatan tersebut akan muncul di jalur transportasi internasional.

Dominasi Diplomatik Tiongkok di Afrika

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Tiongkok memberikan rincian peta hubungan diplomatik di benua Afrika. Di sisi lain, otoritas mencatat bahwa hampir seluruh negara di Afrika telah menjalin hubungan resmi dengan Tiongkok. Padahal, hanya Eswatini yang menjadi pengecualian tunggal saat ini.

Secara khusus, sebanyak 53 negara Afrika beserta Uni Afrika telah berulang kali menegaskan posisi mereka. Dalam hal ini, mereka mengakui bahwa:

  1. Hanya ada satu Tiongkok di dunia.
  2. Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok.
  3. Pemerintah RRT adalah satu-satunya pemerintah sah yang mewakili seluruh Tiongkok.

Terlebih lagi, negara-negara tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Beijing guna mencapai reunifikasi nasional. Akibatnya, ruang gerak internasional bagi otoritas di Taipei kini semakin menyempit. Fenomena ini terjadi di tengah ketergantungan ekonomi dan politik Afrika terhadap investasi Tiongkok di tahun 2026.

Pesan Bagi Gerakan Separatisme Taiwan

Zhang Han melabeli Lai Ching-te sebagai sosok yang berpikiran separatis. Namun, Beijing menilai setiap upaya kunjungan luar negeri pemimpin Taiwan bertujuan murni mencari legitimasi internasional. Fokus utamanya adalah bagi agenda kemerdekaan pulau tersebut.

Baca Juga :  Sinergi Beijing-Islamabad: Wang Yi dan Ishaq Dar Desak Pemulihan Dialog Iran-AS

Meskipun demikian, penolakan izin terbang oleh berbagai negara membuktikan kegagalan strategi “diplomasi pragmatis” Taiwan. Langkah tersebut gagal menembus tembok prinsip Satu Tiongkok. Oleh sebab itu, Beijing mendesak otoritas Taiwan untuk menghentikan provokasi yang dapat merusak perdamaian lintas selat. Bahkan, Tiongkok meyakini tren peremajaan bangsa tidak akan dapat pihak mana pun bendung melalui dukungan dari kekuatan luar negeri.

Menanti Dampak terhadap Hubungan Regional

Masa depan stabilitas di Pasifik Barat kini bergantung pada seberapa konsisten negara-negara dunia dalam mematuhi norma internasional ini. Pada akhirnya, insiden di langit Afrika ini menjadi sinyal kuat bagi Taipei. Sebab, kedaulatan kian sulit dipertahankan melalui pengakuan simbolis semata.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau bagaimana Taiwan akan merespons isolasi udara yang kian nyata ini. Secara simultan, di tahun 2026 yang penuh gejolak, ketegasan Tiongkok menjaga “garis merah” kedaulatannya menjadi variabel utama. Hal inilah yang akan menentukan arah perdamaian dunia di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru