POSNEWS.CO.ID, SEOUL – Militer Korea Utara kembali memicu ketegangan regional melalui pengujian senjata terbaru.
Peluncuran Rudal dari Wonsan
Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah pesisir timur Wonsan.
Stasiun televisi Jepang NHK melaporkan proyektil tersebut jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak Kepala Staf Gabungan Korea Selatan langsung meningkatkan pengawasan ketat di wilayah perbatasan.
Selain itu, militer Korea Selatan membagikan informasi intelijen secara intensif kepada Amerika Serikat dan Jepang.
Uji coba ini memperpanjang deretan latihan militer Korea Utara selama beberapa pekan terakhir.
Penolakan Tegas Kim Yo Jong
Peluncuran rudal ini terjadi sehari setelah pernyataan keras dari adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong.
Kim Yo Jong menolak tuntutan permintaan maaf dari Korea Selatan terkait ledakan ranjau darat.
Ledakan ranjau perbatasan tersebut sebelumnya melukai tiga prajurit militer Korea Selatan.
Kim Yo Jong menyebut tuntutan Korea Selatan sebagai langkah yang sangat menyedihkan.
Bahkan, ia menegaskan niat Korea Utara untuk memutus hubungan dengan Korea Selatan secara permanen.
Penguatan Benteng Perbatasan dan Diplomasi
Pemimpin Kim Jong Un juga mempercepat pembangunan benteng perbatasan dan pemasangan ranjau anti-tank.
Kebijakan keras ini menyusul keputusan Kim Jong Un yang menetapkan Seoul sebagai musuh utama.
Sementara itu, Korea Utara terus mengabaikan tawaran diplomasi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pyongyang memilih memperkuat aliansi militer dengan Rusia untuk mendukung perang di Ukraina.
Kini, Korea Utara menguasai berbagai persenjataan nuklir yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













