POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Militer Amerika Serikat mengirimkan sekitar 9.000 prajurit ke kawasan Timur Tengah.
Mobilisasi Pasukan dan Penambahan Kapal Induk
Pengiriman ini meliputi kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt serta armada amfibi USS Makin Island.
Selain itu, langkah tersebut membawa lebih dari 7.000 pelaut dan 2.000 prajurit Marinir ke wilayah konflik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran armada baru ini menambah dua kelompok kapal induk yang sudah bersiaga di sana.
Dengan demikian, total personel angkatan laut Amerika Serikat di Timur Tengah melampaui 20.000 prajurit.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan kesiapan militer untuk melancarkan serangan balasan terhadap Iran.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut menjelang pelaksanaan pemilihan umum sela di Amerika Serikat.
Tuduhan Taktik Asimetris dan Eskalasi Konflik
Pemerintah Amerika Serikat menduga Iran memiliki keterikatan dengan insiden penyerangan pada penerbangan FlyDubai.
Namun, Trump belum membeberkan bukti rinci mengenai keterlibatan Tehran dalam peristiwa penusukan pilot tersebut.
Meskipun demikian, Trump berjanji akan membalas Iran secara keras jika penyidik membuktikan hal tersebut.
Selain insiden FlyDubai, pihak kepolisian Inggris menahan seorang warga negara ganda atas dugaan terorisme.
Tersangka melakukan aktivitas mencurigakan di dekat pangkalan udara militer Pangkalan RAF Fairford.
Oleh karena itu, pihak keamanan memperketat pengawasan terhadap potensi serangan taktik asimetris dari Iran.
Selanjutnya, Trump menolak usulan gencatan senjata dari Iran karena menilai tawaran tersebut kurang menguntungkan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













